Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
Dream - Pandemi Covid-19 di India belum menunjukkan adanya penurunan kasus. Dengan angka kematian yang terus membengkak, seorang sopir bajaj bernama Mohammad Javed Khan merasa tergerak hatinya.
Melihat banyaknya orang-orang menggendong orang tua mereka yang terinfeksi virus corona dan sangat miskin untuk menyewa ambulans, muncul ide kebaikan yang bisa ditawarkan.
Javed, 34 tahun, sopir bajaj di kota Bhopal, menjual perhiasan istrinya dan mengubah bajajnya menjadi ambulans kecil, disertai tabung oksigen, sebuah oksimeter untuk mengukur kadar oksigen dalam darah dan persedian medis lain.
Saat India tengah bergulat dengan krisis mengerikan, individu seperti Javed banyak bermunculan di sekitar masyarakat. Saling bahu membahu menyelamatkan nyawa.
" Saya melihat seorang pasien sangat kritis dibawa ke rumah sakit tanpa dukungan oksigen. Jadi saya pikir, mengapa tidak mengubah bajaj menjadi ambulans. Memang tidak seluas ambulans, tetapi bisa menyelamatkan nyawa," jelas Javed dikutip dari Straits Times, Rabu 5 April 2021.
" Saya juga melihat anak muda berjuang tanpa oksigen. Bahkan menghubungi ambulas memerlukan biaya berkisar 5.000-10.000 rupee (Rp9,7 juta-1,9 juta). Bagaimana orang miskin membayarkanya? Khusunya selama pandemi banyak yang tidak memiliki penghasilan," lanjutnya.
Seorang pendonor memberinya sebuah tabung oksigen dan yang lainnya memberikan oksimeter.
Hari lainnya, seorang dokter mengajarkan Javed menggunakan tabung dan oksimeter dengan aman sehingga bisa mengalirkan oksigen kepada pasien saat mereka dibawa ke rumah sakit.
“ Banyak orang datang untuk membantu saya dengan sumbangan dan meminta saya terus berkeliling sampai pandemi berakhir,” jelasnya.
“ Ini berkat bantuan begitu banyak orang, saya bisa melakukan ini. Saya tidak akan bisa melakukan ini sendiri.”
Dengan niat baiknya, ternyata Javed pernah bermasalah dengan pihak berwenang dan mendakwanya lantaran mengoperasikan bajajnya tanpa izin selama lockdown di negara bagian Madhya Pradesh. Namun setelah mendapat kecaman di media sosial, polisi mencabut dakwaan tersebut dan memberikannya izin khusu.
Madhya Pradesh sendiri, seperti negara bagian lain, terlihat lonjakan kasus selama beberapa pekan terakhir dan memicu kelangkaan oksigen beserta peralatan medias lain.
Krematorium dan lahan pemakaman juga mengalami lonjakan jenazah. Negara bagian ini telah melaporkan kebih dari 12.000 kasus infeksi baru pada Senin kemarin.
Sumber: Straits Times
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya