Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi (Foto: Shutterstock.com)
Dream - Suatu hari, Rasulullah pergi ke pasar membawa uang sekitar delapan dirham. Rasulullah hendak berbelanja beberapa kebutuhan rumah tangga, termasuk bahan pangan.
Ketika tiba di pasar, rencana belanja Rasulullah tertunda sebentar. Rasulullah mendapati seorang budak wanita yang menangis di tepi jalan.
Rasulullah menghampiri budak tersebut dan bertanya mengapa dia menangis. Budak perempuan itu mengaku takut lantaran uang belanja yang diberikan majikannya hilang.
Akibatnya, budak itu tidak bisa belanja. Kebetulan, jumlah uang itu sebanyak delapan dirham, pas dengan uang yang dibawa Rasulullah.
Tanpa pikir panjang, Rasulullah segera memberikan uang yang dibawanya kepada budak tersebut. Sehingga, Rasulullah urung berbelanja dan lebih mengutamakan budak wanita tersebut agar tidak lagi menangis.
Tetapi, dugaan Rasulullah rupanya keliru. Budak itu tetap saja menangis meski sudah mendapatkan uang dari Rasulullah.
" Apa yang terjadi padamu? Bukankah uang majikanmu yang hilang telah kembali?" kata Rasulullah.
Budak itu menjawab karena kehilangan uang, dia jadi terlambat belanja. Dampaknya, dia terlambat pulang dan memasak.
Budak itu takut kalau majikannya marah gara-gara dia terlambat. Karena itulah, budak tersebut masih menangis.
Mendengar jawaban itu, Rasulullah kemudian mengantarkannya pulang ke rumah majikan setelah selesai belanja. Rasulullah menjamin tidak akan terjadi apa-apa pada budak itu.
Jika majikannya marah, Rasulullah siap menghadapinya. Bahkan jika sampai majikan sampai mencambuk budak itu, Rasulullah bersedia menggantikannya.
Akhirnya, budak itu berhenti menangis. Dia lalu diantar pulang oleh Rasulullah.
Apa yang dilakukan Rasulullah kepada budak itu membuat si majikan terenyuh. Dia tidak jadi marah atau mencambuknya, malah memerdekakan budak.
Si majikan kagum dengan perilaku Rasulullah. Akhirnya, majikan itu memutuskan menjadi mualaf.
(ism, Sumber: NU Online.)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya