6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Mohammed Ishtiaq Sedang Memimpin Salat Isya Berjamaah Dibentengi Mahasiswa Beragama Yahudi Dan Kristen (Sumber: Instagram/@benji_bear_photography)
Dream – Ratusan mahasiswa di Universitas Michigan, Amerika Serikat, membuat benteng manusia untuk melindungi teman Muslim mereka yang sedang menjalankan Sholat Isya. Aksi ini dilakukan sebagai bentuk reaksi atas peristiwa kebencian yang diterima seorang Muslimah.
Himpunan Mahasiswa Muslim di perguruan tinggi itu, MSA, menyelenggarakan sesi doa bersama setelah insiden yang menimpa seorang Muslimah yang merupakan mahasiswi Universitas Michigan di Ann Arbor. Muslimah tersebut diminta untuk melepas jilbab dan diancam akan dibakar jika tak menuruti perintah itu.
Ketua MSA, Farhan Ali, mengatakan, sempat terheran-heran ketika ratusan orang siswa mendatanginya dan membuat benteng penjaga saat para siswa Muslim menjalankan Sholat Isya di halaman utama Universitas Michigan.
" Beberapa orang mengkhawatirkan keamanan mereka saat menjalankan ibadah, jadi kami punya ide untuk menelepon para sahabat untuk membuat lingkaran dan melindungi sholat jemaah kami," kata Farhan sebagaimana dikutip Dream dari laman Huffington Post, Jumat 18 November 2016.
© Dream
Farhan tak menyangka, dukungan para anggota komunitas lintas agama itu sangat besar. Sebab, ratusan orang datang untuk melindungi dan menunjukkan dukungannya kepada komunitas Islam.
" Jumlah dukungan mereka sangat luar biasa dan benar-benar indah. Itu menunjukkan beberapa kemudahan kepada siswa Muslim dan itu menunjukkan masih ada yang mendukung kami," ucap dia.
Ulama di Universitas Michigan, Mohammed Ishtiaq, mengatakan, banyak siswa beragama Yahudi dan Kristen yang menunjukkan dukungan mereka. Menurut dia, para pendukung yang datang juga membuat tanda bertuliskan, 'You Belong Here (Kalian masih punya [kami] di sini)'.
" Meskipun itu adalah malam yang dingin, jumlah dukungan yang kami punya menghangatkan suasana," Istiaq melanjutkan " Solidaritas yang ditunjukkan memberi kami harapan."
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
