Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Ilustrasi (Shuttertsock)
Dream - Sebagai seorang siswa, belajar adalah kewajiban yang harus dilakukan untuk mendapatkan hasil nilai akhir baik.
Oleh karena itu, banyak siswa yang mempersiapkan ujian sejak jauh-jauh hari, Mulai dari belajar bersama teman hingga mengambil les tambahan.
Jika memiliki persiapan matang, tentu akan mendapat kemudahan saat mengerjakan soal. Sebaliknya, siswa yang kurang persiapan akan mengalami kesulitan saat mengerjakan ujian sehingga mendapatkan nilai jelek.
Saat itulah peran orangtua menjadi penting. Saat di rumah, tak ada salahnya orangtua sesekali membantu anaknya belajar agar materi pelajaran bisa dipahami dengan baik. Namun apa jadinya jika sudah belajar dengan rajin, tapi masih mendapat nilai jelek?
Hal itulah yang dialami seorang ayah berikut ini yang merasa kecewa hingga menangis tersedu-sedu karena sang anak mendapat nilai jelek.
Padahal sang ayah mengaku sudah mengajari sang anak selama setahun penuh. Namun anak laki-lakinya hanya mendapat nilai 6/100 dalam mata pelajaran matematika. Tentu hal tersebut membuat sang ayah begitu kecewa.
Dikutip dari World of Buzz, dalam video yang beredar memperlihatkan seorang ayah yang tengah menangis dan menyeka air matanya.

Rupanya sang ayah menangis karena kecewa setelah menerima rapor ujian akhir tahun putranya untuk mata pelajaran matematika ketika hanya mendapat nilai 6/100.
Rupanya, ayah tersebut rela begadang setiap malam hanya untuk mengajari putranya pelajaran sekolah setiap hari selama setahun terakhir.

Namun, setelah ia mengajari putranya selama setahun, hasilnya itu ternyata hanya enam dari 100 yang merupakan pukulan besar bagi sang ayah.
" Saya tidak peduli lagi, usahaku sia-sia. Biarkan dia berjuang sendiri,” ujar sang ayah.
Advertisement
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan