JK di NIU: Transisi Energi Hijau Tak Mudah, Butuh Koloborasi Pemerintah dan Dunia Usaha
Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh
Cara Menyiapkan Mental Sebelum Melakukan Downsizing atau Downgrading, Hal Apa yang Harus Jadi Prioritas?
5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
Ayah Menggendong Si Kecil/ Foto: Pixabay
DREAM.CO.ID – Masa setelah melahirkan, terutama dalam beberapa minggu pertama kehidupan bayi (masa newborn), bisa menjadi tantangan besar bagi seorang ibu.
Salah satu kondisi yang kerap dialami adalah baby blues, yang ditandai dengan perubahan suasana hati, kecemasan, hingga menangis tanpa sebab yang jelas. Dalam situasi ini, peran suami menjadi sangat penting dalam membantu istri melewati masa sulit tersebut.
Baby blues sendiri adalah kondisi emosional sementara yang biasanya dialami ibu dalam satu hingga dua minggu pertama setelah melahirkan. Gejalanya meliputi mudah tersinggung, cemas, sedih, sulit tidur, hingga merasa kewalahan.
Lantas, siapa yang dapat membantu meredakan kondisi tersebut? Meski keluarga besar atau tenaga kesehatan bisa memberikan dukungan, suami adalah orang terdekat yang memiliki peran strategis dalam memberikan dukungan emosional dan praktis.

Dukungan dari suami dibutuhkan sejak hari pertama setelah persalinan hingga beberapa minggu setelahnya. Deteksi dan respon cepat terhadap tanda-tanda baby blues dapat mencegah kondisi berkembang menjadi depresi postpartum.
Dukungan bisa diberikan di rumah, tempat ibu paling banyak menghabiskan waktu dengan bayi. Suami dapat menciptakan suasana yang tenang, nyaman, dan penuh pengertian.
Perasaan tidak dimengerti dan kurangnya dukungan emosional menjadi salah satu faktor yang memperparah baby blues. Dengan hadir dan aktif, suami bisa membantu mengurangi beban mental istri.

Ada beberapa langkah konkret yang bisa dilakukan suami, yakni mendengarkan dengan empati. Suami diharap bisa mendegarkan keluhan atau curahan hati istri tanpa menghakimi atau langsung memberi solusi.
Kemudian, berbagi tugas rumah tangga di mana suami ambil bagian dalam pekerjaan rumah dan perawatan bayi, seperti mengganti popok atau menenangkan bayi di malam hari.
Memberikan waktu istirahat untuk istri dengan cara membiarkan istri tidur atau beristirahat sejenak, sementara suami menjaga bayi. Lalu mengajak komunikasi terbuka, menemami konsultasi atau pemeriksaan ke dokter, dan memberikan apresiasi serta dukungan positif.
Baby blues sebenarnya merupakan fase yang wajar, namun perlu penanganan dan dukungan yang tepat. Suami memiliki peran kunci dalam membantu istri melewati masa ini dengan lebih ringan dan penuh kasih.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

JK di NIU: Transisi Energi Hijau Tak Mudah, Butuh Koloborasi Pemerintah dan Dunia Usaha

Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh
