Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Suasana Di Restoran Atfaluna (Arab News)
Dream - Saat memasuki restoran Atfaluna di kota Gaza, semua tampak seperti restoran lainnya. Tapi ada perbedaan saat pelanggan memesan makanan. Hampir semua staf restoran Atfaluna ternyata tuna rungu.
Hampir sebagian besar staf restoran di Gaza itu tuna rungu, termasuk para kokinya. Ini adalah salah satu konsep dan gagasan dari organisasi lokal bernama Atfaluna, yang artinya Anak Kami. Konsep untuk meningkatkan kehidupan masyarakat tuna rungu di wilayah itu.
Proyek ini memiliki tujuan ganda yaitu meningkatkan kesadaran tentang kebutuhan dan kemampuan para tuna rungu. Di samping memberikan jalan keluar bagi masyarakat untuk mencari nafkah, di kala tingkat pengangguran di Gaza menembus 45 persen.
Melalui penerjemah bahasa isyarat, Ahmed Dahman, mengatakan bagaimana bekerja di restoran Atfaluna telah mengubah hidupnya. " Ini memberi perasaan aman tentang masa depan dan kemampuan saya. Karena kesempatan kerja hampir tidak ada sebelum ini," katanya.
" Kami mendapat banyak dukungan dan kerjasama dari orang-orang," kata dia kepada AFP seperti dilansir Arab News. " Banyak dari mereka menunjukkan ketertarikan untuk belajar bahasa isyarat." Bagi Dahman dan pekerja tuna rungu lainnya, Atfaluna merupakan kesempatan langka untuk bekerja.
Sampai beberapa bulan yang lalu, kesempatan pendidikan bagi kaum tuna rungu di Gaza hanya sampai ke kelas sembilan. Sehingga mereka tidak memiliki pendidikan tingkat menengah atau universitas.
Baru-baru ini sebuah sekolah menengah baru dibuka dan Atfaluna bekerja sama dengan perguruan tinggi untuk membuat program bagi tuna rungu. Namun sebagian besar masyarakat usia produktif di Gaza mempunyai keterampilan kerja yang rendah.
" Kesempatan kerja bagi penderita tuna rungu di Gaza sangat kurang. Tentu saja mereka rugi besar karena kekurangan pendidikan," Dalia Abu Amr dari organisasi Atfaluna.
Tidak hanya menyajikan makanan, restoran Atfaluna juga memajang dan menjual kerajinan buatan warga Gaza. Kerajinan itu adalah cara organisasi Atfaluna dalam menciptakan lapangan kerja bagi mereka.
Abu Amr mengatakan 12 dari 14 staf restoran ini tuna rungu. Satu-satunya pengecualian adalah koki utama dan bagian kasir, yang menjawab telepon untuk mengambil pemesanan dan perintah pengiriman.
" 12 Pekerja itu menerima pelatihan kuliner dan perhotelan," kata Abu Amr. Proyek ini berharap untuk mengasimilasi tuna rungu di Gaza ke dalam masyarakat dan menyediakan mereka kesempatan kerja. Sekitar 1,5 persen warga Gaza yang berusia di atas lima tahun memiliki cacat fisik. Dan cacat itu membawa sebuah stigma. (Ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya