CONNECT WITH US!

Menapak Jalan ke Tanah Suci

Reporter : Ahmad Baiquni | Kamis, 8 Juni 2017 20:30
Semua karena ketaatan dan keyakinan pada Ilahi. Ini kisah mereka yang berjalan kaki ke tanah suci.

Dream - Nama pemuda itu Muhammad Khamim Setiawan. Gus Khamim, begitu rekannya menyapa. Seorang pemuda lajang dari Pekalongan, Jawa Tengah.

Memanggul ransel dan berjaket hitam, siang itu Gus Khamim menerobos jalanan. Deru mobil terdengar di sisinya. Kopiah cokelat keemasan menutup sebagian rambutnya. Tergerai panjang sampai bahu.

Jidat Gus mengernyit. Menahan terik matahari. Suhu hari itu hampir 39 derajat celcius.

" Tinggal sehari dua hari lagi sampai di Sohar," ucapnya di depan kamera yang naik turun mengikuti langkahnya.

Ya, Gus Khamim bukan sedang di jalanan Indonesia. Tapi di kota nun jauh. Di ibukota provinsi Al Bathinah Utara, kesultanan Oman Oman.

Hampir setahun Gus Hamim berjalan kaki. Sejak 28 Agustus 2016. Dilepas sang ayah berangkat dari Desa Rowokembu, Kecamatan Wonopringgo, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, Gus Khamim.

Tujuannya satu. Tanah Suci, Mekah Al Mukarromah dan Madinah Al Munawwaroh, di Arab Saudi. Untuk sampai ke Mekah, Khamim harus menempuh jarak 13.474 kilometer, terdiri dari 750 perjalanan laut dan 12.724 darat.

Berbekal jas hujan, jaket, tiga helai baju, tenda, GPS, Ponsel, dan uang Gus Khamim memulaiperjalanan suci. Menempuh jarak 50 kilometer per hari. Tapi kalau kakinya sakit, cuma bisa 10-15 kilometer.

Dan 24 Mei lalu, alumni Universitas Negeri Semarang itu sudah menjejakan kaki di Uni Emirat Arab. Di Kota Abu Dhani menunggu pengurusan visa.

Gus Khamim sudah meningalkan jejak di Malaysia, Myanmar, Thailand, India, Pakistan, Oman, Uni Emirat Arab. Masih ada perjalanan panjang untuk menunaikan haji. Pada 30 Agustus nanti, Gus bertekad sudah tiba di Mekah.

" Saya sedang melakukan jihad yang besar yaitu mendisiplinkan diri saya pribadi dan berjuang melawan godaan berbuat dosa," ucap Gus Khamim kepada laman lokal di UEA, Khaleej Times.

Seketika nama Gus Khamim terkenal. Diliput media nasional dan internasional di negeri yang disinggahi. Perjalanan Gus Khamim membuat publik terkejut sekaligus kagum.

Di saat orang menghimpun uang untuk ongkos haji dan menunggu antrean panjang keberangkatan, seorang pemuda memilih jalur ekstrim. Berjalan kaki ke tanah suci.

*****

Gus Khamim bukan satu-satunya orang yang berhaji dengan cara ekstrim. Sudah ada beberapa orang melakukan cara yang sama.

Sebut saja nama Indra Azwan. Pada 2012 lalu, warga Malang, Jawa Timur itu berjalan kaki ke Tanah Suci. Meminta keadilan kepada Allah SWT atas vonis bebas penabrak sang buat hati pada 1993 silam.

Sayang langkah Indra tak sampai di Mekah. Terhenti di perbatasan Thailand dan Myanmar. Konflik dua negara itu membuatnya tak bisa melintasi perbatasan.

Indra boleh saja gagal sampai di Mekah. Namun tengoklah kisah dari negeri seberang. Cerita pria bernama Senad Hadzic. Dia berjalan kaki dari negaranya di Bosnia menuju Arab Saudi.

Perjalanan suci itu dimulai pada Desember 2011 dan berakhir di tahun 2012. Tujuh negara telah dia lintasi. Menempuh jarak 5.700 kilometer dalam 314 hari. Rutenya, dari Bosnia menuju Serbia, Bulgaria, Turki, Suriah, Yordania, dan berakhir di Mekah, Arab Saudi.

Lagi-lagi misi itu bukan tanpa tantangan. Di Aleppo dan Damaskus di Suriah, Hadzic menemui rintangan. Pemeriksaan berlapis dari Pemerintah dan pemberontak dilalui. Konflik memang tengah berkecamuk di negeri itu.

Tapi keberuntungan berpihak pada Hedzin. Dia dilepaskan usai menunjukkan Alquran dan ayat tentang perintah berhaji. Kisah perjalanan religi Handzin terekam jelas dalam tulisannya di Facebook.

Ada pula kisah Dulat Imankazhy. Pria ini berjalan kaki dari Kazakhstan menuju Mekah. Jarak yang ditempuh terbentang sejauh 11.000 kilometer. Sedikit lebih pendek dari Gus Khamim.

Berjalan kaki memang sudah menjadi kebiasaan Imankazhy. Selama perjalanan menuju Mekah untuk ibadah haji, Imanjazhy melewati sejumlah negara. Beberapa di antaranya seperti Azerbaijan dan Kuwait.

Kisah religi Gus Khamim, Hadzic, dan Imankazhy mungkin tidak masuk akal. Tetapi kenyataan yang terjadi tidak terbantahkan. Mereka tiba di Tanah Suci dengan berjalan kaki. Sebuah kisah yang lahir karena ketaatan dan keyakinan pada kuasa Ilahi. Kisah yang akan terus diceritakan sampai kapanpun. (Sah/Berbagai sumber)

Ketika Ario Bayu Nggak Ganteng Lagi