Rizieq Shihab Divonis 4 Tahun Penjara Kasus Hasil Test Swab RS Ummi

Reporter : Ahmad Baiquni
Kamis, 24 Juni 2021 12:22
Rizieq Shihab Divonis 4 Tahun Penjara Kasus Hasil Test Swab RS Ummi
Rizieq dinyatakan telah menyebarkan berita bohong yang menimbulkan keonaran.

Dream - Muhammad Rizieq Shihab, terdakwa kasus berita bohong hasil tes Covid-19 RS Ummi Kota Bogor dijatuhi vonis penjara 4 tahun oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Timur. Hakim menilai Rizieq terbukti bersalah dalam kasus hasil swab test COvid-19.

" Menjatuhkan pidana penjara selama 4 tahun," ujar Ketua Majelis Hakim, Khadwanto, membacakan amar putusan dalam sidang di PN Jakarta Timur.

Majelis hakim menyatakan Rizieq terbukti melanggar Pasal 14 ayat (1) Undang-undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP tentang penyebaran berita bohong yang menimbulkan keonaran.

Hakim mendasarkan keputusannya pada pernyataan Rizieq saat dirawat di RS Ummi yang disiarkan lewat video dan diunggah pada YouTube. Dalam video tersebut, Rizieq mengaku sehat sementara hasil swab PCR menyatakan dia positif Covid-19.

 

1 dari 5 halaman

Sama-sama Ajukan Banding

Hakim juga menganggap perbuatan Rizieq telah menimbulkan keresahan di masyarakat. Hal itu menjadi alasan memberatkan dari vonis.

Sementara hal meringankan, Rizieq memiliki keluarga dan seorang guru agama. Diharapkan Rizieq dapat menunjukkan perilaku yang baik di masa mendatang.

Atas vonis ini, Rizieq bersama kuasa hukum akan mengajukan banding. Demikian pula dengan jaksa penuntu umum.

Vonis yang dijatuhkan Rizieq lebih rendah dari tuntutan jaksa. Saat sidang penuntutan, jaksa meminta majelis hakim untuk menjatuhkan hukuman enam tahun penjara kepada Rizieq, dikutip dari Merdeka.com.

2 dari 5 halaman

Pembelaan Rizieq Soal Imam Besar Isapan Jempol: Saya Khawatir Massa Datang

Dream - Terdakwa kasus berita bohong soal hasil swab RS Ummi, Muhammad Rizieq Shihab atau Habib Rizieq Shihab mengajukan nota duplik pada persidangan Pengadilan Negeri Jakarta Timur hari ini. Dia sempat menyinggung sindiran jaksa dalam replik pada sidang pekan lalu yang menyebut gelar Imam Besar hanya isapan jempol.

" Saya sesalkan replik JPU dibuka dengan masalah yang sepele tetapi tidak sepele tersebut, sehingga seluruh replik JPU diisi dan dipenuhi dengan gelora emosi dari persoalan sepele tetapi tidak sepele tersebut," ujar Rizieq membacakan nota dupliknya di persidangan.

Rizieq pun menyesalkan sindiran jaksa tersebut akhirnya terbesar. Dia menuding sindiran tersebut sengaja disebarkan untuk membuat panas masyarakat.

" Kemudian kalimat pembuka tersebut, entah oleh siapa dan dengan maksud apa, difoto dari replik JPU dan disebarluaskan via medsos ke para pejabat tinggi negara serta tokoh nasional, hingga akhirnya viral dan sampai ke umat Islam di mana-mana," kata dia.

Dia menegaskan gelar imam besar yang disematkan padanya berasal dari masyarakat sendiri. Sehingga, Rizieq mengaku khawatir ucapan jaksa dapat mengundang kemarahan masyarakat.

" Sebutan imam besar untuk saya datang dari umat Islam yang lugu dan polos serta tulus di berbagai daerah di Indonesia," terang Rizieq.

 

3 dari 5 halaman

Merasa Berlebihan, Tapi...

Dia juga merasa sebenarnya sebutan itu agar berlebihan. Tetapi, Rizieq mengaku memahami gelar tersebut disematkan masyarakat sebagai tanda cinta.

" Ini adalah Ramzul Mahabbay, yaitu tanda cinta dari mereka terhadap orang yang mereka cintai," kata Rizieq.

Atas sindiran jaksa, Rizieq mengatakan tidak merasa terhina. Dia menilai sindiran tersebut memang bukan hinaan yang ditujukan kepadanya mengingat gelar imam besar berasal dari pengikutnya.

" Saya tidak akan pernah merasa terhina atau merasa tersinggung apalagi marah, akan tetapi saya khawatir hinaan tersebut akan diartikan oleh umat Islam Indonesia sebagai hinaan terhadap cinta dan kasih sayang mereka," ucap dia.

Karena itu, Rizieq meminta jaksa berhati-hati. Dia merasa khawatir jika perkataan jaksa disalahtafsirkan menjadi semacam tantangan bagi pendukungnya sehingga mereka terdorong datang ke sidang vonis.

" Nasihat saya kepada JPU agar hati-hati, jangan menantang para pecinta karena cinta itu punya kekuatan dahsyat yang tak akan pernah takut akan tantangan dan ancaman," kata dia, dikutip dari Merdeka.com.

4 dari 5 halaman

Jaksa: Gelar Imam Besar Habib Rizieq Hanya Isapan Jempol Belaka

Dream - Dalam replik, atau tanggapan atas pembelaan terdakwa, Jaksa Penuntut Umum menyinggung status Habib Rizieq Shihab sebagai Imam Besar Umat Islam. Jaksa menilai gelar itu tidak sesuai dengan kepribadian terdakwa kasus tes swab RS Ummi tersebut.

" Ternyata yang didengung-dengungkan sebagaimana imam besar hanya isapan jempol belaka," ujar Jaksa membacakan nota replik dalam persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, dikutip dari Merdeka.com, Senin 14 Juni 2021.

Jaksa menilai isi nota pembelaan Habib Rizieq pada persidangan sebelumnya tidak sesuai dengan norma bangsa. Sebab dalam pledoinya, Habib Rizieq banyak menyampaikan kata-kata kasar yang dinilai tidak pantas diungkapkan dalam persidangan.

" Tidak perlu mengajukan pembelaan dengan perkataan yang melanggar norma bangsa dengan kata-kata yang tidak sehat, yang mengedepankan emosional apalagi menghujat," kata Jaksa.

Jaksa juga menyatakan selama persidangan, Habib Rizieq banyak mengeluarkan tudingan, mulai dari berotak penghasut, tidak ada rasa malu, culas, licik. Jaksa pun membalik omongan tersebut.

" Sudah biasa berbohong, manuver jahat, ngotot, keras kepala, iblis mana yang merasuki, sangat jahat dan meresahkan sebagaimana pleidoi," tegas Jaksa.

5 dari 5 halaman

"Tidak Seharusnya Diucapkan"

Tak hanya itu, Jaksa juga menyinggung pernyataan Habib Rizieq yang menuding penuntut hanya dijadikan alat oligarki. Lagi-lagi, jaksa menyatakan ucapan tersebut tidak pantas dilontarkan di pengadilan.

" Tanpa filter, kalimat-kalimat seperti inilah yang dilontarkan terdakwa dan tidak seharusnya diucapkan yang mengaku dirinya berakhlakul karimah tetapi dengan mudahnya terdakwa menggunakan kata-kata kasar sebagaimana di atas," ucap Jaksa.

Habib Rizieq menghadapi tuntutan pidana penjara 6 tahun atas kasus RS Ummi. Rizieq dinilai telah menyebarkan berita bohong mengenai kondisi kesehatannya dengan mengaku dalam kondisi sehat padahal hasil tes Covid-19 dinyatakan positif.

Beri Komentar