Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Konferensi Pers Penanganan Gempa Lombok (Dream.co.id/M Ilman Nafi'an)
Dream - Masa tanggap darurat gempa Lombok resmi berakhir pada Sabtu, 25 Agustus 2018. Pemerintah kini melanjutkan pemulihan Lombok dengan menjalankan tahap rehabilitasi.
Dirjen Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Danis Hidayat Sumadilaga, mengatakan Presiden Joko Widodo telah mendatangani Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 5 Tahun 2018 tentang percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pasca gempa bumi di Provinsi NTB.
" Saat tanggap darurat, kami PUPR nomor satu memastikan infrastruktur PU terutama jalan, jembatan dan sebagainya itu berfungsi," kata Danis di Jakarta, Senin 27 Agustus 2018.
Menurut Danis, ada 12 jembatan mengalami rusak parah. Jembatan tersebut kini tengah diperbaiki.
" Itu tugas yang dilakukan oleh PUPR," kata dia.
Berdasarkan data yang dihimpun Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), sebanyak 124 ribu rumah rusak akibat gempa. Dari jumlah tersebut, sebanyak 74 ribu rumah masuk kategori rusak berat.
Danis berujar pemerintah mengalokasikan dana bantuan Rp50 juta untuk rumah rusak berat, Rp25 juta rusak sedang dan Rp10 juta rusak ringan. Dana tersebut diperuntukkan untuk membangun kembali rumah yang rusak tersebut.
" Pemerintah berpesan uang tersebut digunakan untuk memperbaiki rumah," ucap dia.
Untuk memastikan uang tersebut digunakan sesuai peruntukannya, Kementerian PUPR nantinya menyediakan tim pendamping. Danis juga menjelaskan pihaknya menggandeng mahasiswa teknik untuk turut serta menjadi tim pendamping.
" Dalam membangun (rumah) itu yang perlu didampingi," kata dia.
Lebih lanjut, Danis menjelaskan proses pembangunan rumah warga korban gempa ditargetkan selesai pada 2019 mendatang.(Sah)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya