Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh
Cara Menyiapkan Mental Sebelum Melakukan Downsizing atau Downgrading, Hal Apa yang Harus Jadi Prioritas?
5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sound Of Humanity (istimewa)
Dream - Dompet Dhuafa terus menggalang dana untuk membantu para korban gempa Lombok, Nusa Tenggara Barat. Bantuan juga terus disalurkan baik berupa makanan maupun sejumlah program.
Penggalangan dana dilakukan salah satunya dengan menggelar Sound of Humanity. Konser musik kemanusiaan yang terselenggara atas kerja sama antara Dompet Dhuafa dan manajemen pusat perbelanjaan Margo City Depok, Jawa Barat pada Minggu, 26 Agustus 2018.
" Kehadiran Sound of Humanity merupakana sebuah gerakan kepedulian para musisi, seniman, bahkan tokoh masyarakat atas bencana yang terjadi di Lombok," ujar Direktur Mobilisasi ZIS Dompet Dhuafa, Bambang Suherman.

Konser ini melibatkan sejumlah musisi dan seniman guna mengajak masyarakat peduli terhadap nasib para korban bencana. Melalui konser ini, Dompet Dhuafa berharap masyarakat ikhlas menyisihkan sebagian harta demi meringankan beban saudara sebangsa di Lombok.
" Tidak hanya harta benda yang rusak, namun psikologi mereka terganggu, hingga tidak sedikit mereka kehilangan orang-orang yang mereka cintai, meninggal saat musibah itu terjadi," kata Bambang.
Menurut catatan Dompet Dhuafa, korban meninggal dalam musibah ini mencapai 517 jiwa. Jumlah tersebut tersebar di beberapa daerah yaitu Lombok Utara 426 jiwa, Lombok Barat 40 jiwa, Lombok Timur 31 jiwa, Lombok Tengah 2 jiwa, Kota Mataram 9 jiwa, Denpasar-Bali 2 jiwa, Sumbawa Besar 5 jiwa dan Sumbawa Barat 2 jiwa.
Sedangkan korban luka tercatat sebanyak 1.416 jiwa. Sementara pengungsi kini mencapai 431.416 jiwa.
Selain itu, sebanyak 76.765 rumah rusak parah. Juga ada 671 fasilitas pendidikan hancur.

Gempa juga menyebabkan banyak infrastruktur terutama jalan di Lombok Utara mengalami kerusakan. Masih ada pengungsi yang belum terjangkau seperti di Kecamatan Gangga, Kayangan, dan Pemenang akibat akses jalan yang sulit.
" Dengan adanya Sound Of Humanity diharapkan masyarakat dapat merasakan dan menunjukan kepedulian untuk mereka korban gempa Lombok yang sangat membutuhkan, waktu yang sangat panjang untuk memulihkan Lombok sediakala namun kita wajib menyemangati mereka untuk terus membangun dari kondisi terpuruk pasca-gempa," kata Bambang.
Hingga saat ini, Dompet Dhuafa terus menyalurkan bantuan baik dalam bentuk logistik seperti makanan dan obat-obatan maupun dalam bentuk program. Beberapa program untuk para pengungsi Lombok seperti Darling (Dapur Keliling), Aksi Layanan Sehat (ALS), trauma healing dengan menerjunkan tim Psychology First Aid, mengisiasi pendirian masjid darurat, serta pipanisasi bagi 1.300 pengungsi. (ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh


5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun