Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Foto: Dream/Erisa Riyana
Dream - Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) prihatian dengan jumlah film bergenre keluarga, anak, kartun yang sangat minim. Mengutip Data Lembaga Sensor Film (LSF), film yang masuk kategori semua umur ini hanya berjumlah 22 judul sepanjang Januari 2017 hingga akhir Maret 2018. I 2018.
Pada periode yang sama, para sineas di Indonesia telah melahirkan 201 judul film dari berbagai rumah produksi di Tanah Air.
" Minat pasar film keluarga dapat dijangkau dengan pembangunan audiens jangka panjang seperti komitmen pemodal kepada sineas, pemasaran yang menarik, jumlah layar hingga adanya elemen hiburan masyarakat lainnya seperti wisata dan musik," Kepala Bekraf, Triawan Munaf saat konferensi pers film Petualangan Menongkap Petir di bioskop CGV Grand Indonesia, Jumat 24 Agustus 2018.
Triawan menegaskan, Bekrag selama ini berkomitmen mendukung semua karya film dan musik anak-anak. Namun untuk meningkatkan kualitas film dan musik anak-anak diperlukan dukungan semua pihak
Lahirnya film Petualangan Menangkap Petir termasuk salah satu yang mendapat apresiasi dari Bekraf.
Sang Sutradara Kuntz Agus mengatakan film garapannya memang sengaja dibuat untuk semua umur.
" Pada awal kami ingin memproduksi film ini, spirit kami hanya ingin menambah film yang bisa dinikmati semua usia sehingga bisa menjadi alternatif tontonan bagi keluarga," kata Kuntz.
Film ini bercerita tentang petualangan seorang anak bersama dengan teman-temannya dalam meraih mimpi. Dalam ceritanya tersirat isu tren digital pada anak-anak Indonesia dan keindahan Indonesia di pedesaan Boyolali.
Kehadiran film ini makin sempurna dengan diciptakannya dua lagu anak Indonesia berjudul Liburan dan Menjelajah Dunia yang menjadi official soundtrack.
Produser Film, Prawita menambahkan setting lokasi pembuatan film, pemilihan lagu anak, dan kekuatan karakter di film ini adalah bagian strategi memikat penonton. Kurangnya film keluarga dan anak bukan semata-mata karena minat penonton.
Prawita mencoba memahami keinginan setiap penulis cerita dan sutradara untuk membuat beragam genre agar kredibilitas dalam perfilman meningkat.
Sekedar informasi,Film anak Petualangan Menangkap Petir akan tayang serentak di bioskop-bioskop pada Kamis 30 Agustus 2018.
(Sah, Laporan: Erisa Riyan
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya