Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
Dream - Paus Beluga yang ditemukan memiliki tali pengikat memunculkan kekhawatiran para pejabat Norwegia. Muncul spekulasi hewan tersebut berasal dari fasilitas militer Rusia.
Dilaporkan Ctvnews, staf Direktorat Perikanan Norwegia, Joergen Ree Wiig menyebut, tali yang terpasang di tubuh paus itu bertuliskan " Equipment St. Petersburg" . Di tali tersebut terpasang dudukan untuk kamera.
Paus beluga itu ditemukan nelayan Norwegia, Senin, 22 April 2019. Pada Jumat, nelayan melepaskan tali pengikat yang terpasang di tubuh paus tersebut.
" Orang-orang di militer Norwegia telah menunjukkan minat yang besar pada harness (di tubuh paus itu)" kata Ree Wiig.
Profesor di Departemen Arktik dan Biologi Kelautan di Universitas Arktik Norwegia, Audun Rikardsen percaya kemungkinan besar Angkatan Laut Rusia di Murmansk terlibat.
Rusia memiliki fasilitas militer utama di dan sekitar Murmansk di Semenanjung Kola, di ujung barat laut Rusia.
Tidak jelas untuk apa mamalia itu dilatih, atau apakah mamalia itu seharusnya menjadi bagian dari aktivitas militer Rusia di wilayah tersebut.
" Ini adalah hewan jinak yang mencari makanan sehingga itu sebabnya telah melakukan kontak dengan para nelayan," katanya.
" Pertanyaannya sekarang adalah apakah paus itu dapat bertahan hidup dengan mencari makanan sendirian. Kami telah melihat kasus di mana paus lain yang berada di penangkaran Rusia baik-baik saja." (ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya