Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi
Dream - Ada yang unik dari kisah Nabi Yusuf ketika meminta diwafatkan Allah SWT. Kala itu, Nabi Yusuf mengharapkan kematian segera dirasakan olehnya karena ingin segera bertemu dengan Sang Pencipta.
Banyak ulama dan ahli tafsir yang meyakini, doa Nabi Yusuf tidak sekadar mengharapkan kematian. Nabi yang terkenal dengan ketampanannya ini juga ingin meninggal dalam keadaan beragama Islam.
Dengan kata lain Nabi Yusuf berkata, " Jika telah tiba ajalku maka wafatkanlah aku dalam keadaan Islam."
Meski begitu Nabi Muhammad SAW, dalam kisah dari Abu Hurairah pernah bersabda, “ Janganlah seseorang mengharapkan kematian dan janganlah dia berdoa untuk mati sebelum datang waktunya. Karena orang yang mati itu amalnya akan terputus, sedangkan umur seorang mukmin tidak akan bertambah melainkan menambah kebaikan.” (HR. Muslim)
© Dream
Tetapi, Rasulullah mengatakan, jika ada seorang muslim dalam kondisi tertentu mengalami penderitaan akibat penyakit kronis, hendaknya berdoa dan menyerahkan sepenuhnya kepada Allah. Itu tertuang dalam hadis riwayat Bukhari dan Muslim yang diperoleh dari Anas bin Malik.
“ Janganlah seseorang di antara kalian mengharapkan kematian karena tertimpa kesengsaraan. Kalaupun terpaksa ia mengharapkannya, maka hendaknya dia berdoa, “ Ya Allah, berilah aku kehidupan apabila kehidupan tersebut memang lebih baik bagiku dan matikanlah aku apabila kematian tersebut memang lebih baik untukku.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)
Mengharap kematian karena penderitaan yang menimpa, baik yang menyangkut kesehatan, ekonomi maupun lainnya jelas tidak diperbolehkan. Rasulullah Saw bersabda, " Mintalah segera mati karena enam hal, yaitu maraknya istri orang-orang yang bodoh, banyaknya syarat, maraknya penjualan hukum, diremehkannya darah, maraknya pemutusan hubungan kekeluargaan,, dan banyaknya anak-anak muda yang menjadikan Al Qur'an sebagai permainan, sampai - sampai mereka menyuruh orang untuk melagukan Al Qur'an kepada mereka meskipun mereka adalah orang yang sangat minim pengetahuannya." (HR. Ahmad)
Baca selengkapnya di tautan berikut ini
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya