Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Abu Hassan Abdullah Diserahkan Kepada Staf Pusat Perawatan Jenazah Al Fikrah Agar Dimakamkan (Foto: Harian Metro Malaysia)
Dream - Jenazah pria mualaf, Hassan Abdullah, 74 tahun, tak bisa dikuburkan di pusara terakhirnya, Jasadnya Hasan telah dikremasi oleh pihak rumah sakit sesuai keyakinan yang dianut sebelum memeluk Islam.
Kesalahan itu terjadi setelah Unit Forensik Rumah Sakit Kajang, Selangor, Malaysia salah mengadministrasi nama terdahulu Hassan. Nama terdahulu Hassan adalah Lim Ah San. Nama itu dianggap mirip dengan seorang warga yang meninggal dunia di unit forensik rumah sakit itu, Chu Kim San, 70 tahun.
Ketua Pusat Perawatan Jenazah Al Fikrah Malaysia, Mohd Azmi Md Zain mengatakan, kekeliruan terjadi ketika ada dua mayat pria keturunan Tionghoa. Azmi mengatakan, pihak rumah sakit menyebut dua nama pria itu sangat mirip.
Azmi menceritakan Hassan meninggal dunia di Rumah Sakit Kajang. Dia mendapat informasi kematian Hassan pada pukul 10.00 waktu setempat.
" Perwakilan kami pergi ke Unit Forensik Rumah Sakit Kajang untuk merawat mayat. Tetapi, pihak manajemen unit forensik menginformasikan, beberapa prosedur harus dilakukan untuk membawa mayat tersebut," kata dia, kepada Harian Metro Malaysia.

Mohd Azmi mengatakan, sekitar pukul 15.00, pihak rumah sakit memberi kabar yang mengejutkan. Sebab, jenazah Hassan telah dibawa lembaga amal untuk dikremasi.
" Pihak rumah sakit kemudian menghubungi manajemen rumah kremasi itu dan diberi tahu jenazah Hassan telah dikremasi," kata Azmi.
" Pihak rumah sakit sudah menyerahkan abu mayat pria mualaf itu kepada kami. Abu tersebut akan dimakamkan di Pemakaman Islam Sungai Kantan, Kajang," ujar dia menambahkan.
Kasus ini akan ditangani polisi setempat dan Majelis Agama Islam Selangor.(Sah)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya