Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Itikaf Di Masjidil Haram (dakwahmakassar.wordpress.com)
Dream - Pengelola Masjidil Haram telah merampungkan sejumlah persiapan untuk menyambut para jemaah yang ingin menjalankan itikaf (berdiam diri di masjid selama 10 hari terakhir Ramadan). Salah satunya adalah menyediakan layanan penyimpanan barang dengan teknologi canggih bagi jemaah.
" Lemari itu berada di lantai dasar masjid dan setiap pengunjung akan diberikan kartu magnetik untuk mengunci lemari mereka," ujar anggota Komisi Konsultan Sheikh Yousef Al-Wabil, dikutip dari saudigazette.com.sa, Kamis, 9 Juli 2015.
Tidak hanya itu, pengelola juga membuka gerbang tertentu saja dari Masjidil Haram. Hal ini untuk memudahkan para jemaah untuk menuju lokasi itikaf.
" Akan ada gerbang tertentu yang dibuka (gerbang 75, 76, 77, 81, 82, dan 83) yang memudahkan jemaah masuk masjid. Gerbang-gerbang ini akan dipasang tanda-tanda yang memudahkan jemaah langsung menuju ke area itikaf," kata Al-Wabil.
Tetapi, para jemaah tidak diperkenankan membawa makanan ke dalam masjid. Jemaah hanya dibolehkan membawa sajadah, selimut, dan dua lembar kain ihram. Para jemaah juga diminta menjaga kesucian Masjidil Haram.
" Jangan menyimpan barang-barang pribadi bersama Alquran. Rak Alquran tidak boleh diguakan untuk menyimpan alas kaki atau barang pribadi. Menggantung pakaian dan tas di tangga juga dilarang," ungkap dia.
Al-Wabil mengatakan itikaf harus dilaksanakan dalam ketenangan. Jemaah diminta untuk tidak terganggu dengan barang bawaannya serta tidak mengganggu jemaah lain.
" Jemaah itikaf harus salat Tarawih dan Tahajud dengan imam. Mereka tidak dianjurkan melewatkan salat berjamaah dengan imam. Pria dan wanita tidak diperbolehkan berada di satu tempat selama itikaf dan mereka akan tinggal di tempat terpisah di masjid," ungkap Al-Wabil.
Lebih lanjut, Al-Wabil mengingatkan agar para jemaah tidak menaruh barang-barang secara sembarangan. Bila ketahuan, petugas akan membuang barang tersebut, yang diletakkan tanpa tanggung jawab.
" Para jemaah Itikaf juga harus siap meninggalkan masjid setelah salat Isya di malam Idul Fitri," tutup Al-Wabil. (Ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya