Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Kepala Fungsi Politik KBRI Beirut, Muhammad Nur Salim, Lc Dalam Talkshow PPI Lebanon Dan PCINU Lebanon (Facebook PPI Lebanon)
Dream - Para santri disarankan tak hanya berpikir menjadi seorang guru mengaji atau ustaz yang senantiasa mengenakan sarung atau peci. Kiprah santri kini semakin diakui tak hanya di masyarakat Indonesia, tapi juga berkontribusi di dunia.
Pesan tersebut disampaikan Kepala Fungsi Politik KBRI Beirut Bapak Muhammad Nur Salim, Lc, dalam Talk Show Kebangsaan "Peranan Santri dan Pemuda Zaman Now" dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional dan Hari Sumpah Pemuda, serta pelantikan pengurus PPI Lebanon periode 2017/2018.
Nur Salim dalam talkshow yang digelar Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Lebanon dan PCINU Lebanon bekerjasama dengan KBRI Beirut itu menceritakan pengalamannya sebagai seorang santri serta jejak kehidupannya di masa nyantri.
Pendidikan sebagai seorang santri mengantarkan Nur Salim menjadi seorang mahasiswa di Universitas Al Azhar Cairo sebelumnya akhirnya berprofesi menjadi diplomat.

"Santri itu bukan hanya bisa menjadi seorang guru ngaji atau ustadz yang 'sarungan' dan 'pecian' saja, akan tetapi lebih bisa berkontribusi untuk bangsa dalam skala yang lebih besar seperti menjadi seorang diplomat," ujar pria yang biasa disapa Pak Salim dikutip dari akun Facebook, PPI Lebanon.
Duta Besar LBBP RI untuk Republik Lebanon, KH. Achmad Chozin Chumaidy turut hadir dan memberikan sambutan dalam pelantikan dan pengesahan pengurus PPI Lebanon periode 2017/2018.
Dalam talkshow yang digelar pada pukul 10.00 EET (East European Time) itu, Komandan KRI Usman Harun 359, Kolonel Laut (P) Alan Dahlan, S.H yang diwakili oleh Lettu Laut (KH) Johan Wisnu Saputra, S.Psi. sempat memberikan penjelasan tentang kepemudaan kepada para peserta.

Sementara Bendahara Dharma Wanita Persatuan KBRI Beirut Tutut Wulansari, SIP memberikan pandangannya dari sudut pandang masyarakat yang menyoroti peranan santri dan pemuda zaman now.
(Sah)
Advertisement

Berawal dari Penyakit Misterius dan Mayat Membusuk, Begini Sejarah Mitos Vampir yang Mendunia

3 Jenis Makanan yang Sebaiknya Dihindari Sebelum Olahraga, Menurut Ahli Gizi

IHSG Dibuka Menguat Tipis, Investor Waspadai Aksi Profit Taking

Sering Minum Boba? Ini 5 Dampaknya bagi Tubuh, dari Gula Darah hingga Asupan Antioksidan

Mau Nonton Grand Final AXIS Nation Cup 2026? Ini Cara Daftar dan Datang ke Istora Senayan

Sambut Tren Warna 2027, JOTUN Hadirkan 24 Warna dalam Koleksi JOURNEYS

16 Tim Futsal Pelajar Siap Berlaga di Grand Final AXIS Nation Cup 2026, Ini Daftarnya