Santri Tak Hanya Bisa Menjadi Ustaz atau Guru Ngaji

Reporter : Syahid Latif
Sabtu, 4 November 2017 11:46
Santri Tak Hanya Bisa Menjadi Ustaz atau Guru Ngaji
Peran santri kini lebih besar dalam kontribusinya kepada negara.

Dream - Para santri disarankan tak hanya berpikir menjadi seorang guru mengaji atau ustaz yang senantiasa mengenakan sarung atau peci. Kiprah santri kini semakin diakui tak hanya di masyarakat Indonesia, tapi juga berkontribusi di dunia.

Pesan tersebut disampaikan Kepala Fungsi Politik KBRI Beirut Bapak Muhammad Nur Salim, Lc, dalam Talk Show Kebangsaan " Peranan Santri dan Pemuda Zaman Now" dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional dan Hari Sumpah Pemuda, serta pelantikan pengurus PPI Lebanon periode 2017/2018.

Nur Salim dalam talkshow yang digelar Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Lebanon dan PCINU Lebanon bekerjasama dengan KBRI Beirut itu menceritakan pengalamannya sebagai seorang santri serta jejak kehidupannya di masa nyantri.

Pendidikan sebagai seorang santri mengantarkan Nur Salim menjadi seorang mahasiswa di Universitas Al Azhar Cairo sebelumnya akhirnya berprofesi menjadi diplomat.

 PPI Lebanon© Facebook PPI Lebanon

" Santri itu bukan hanya bisa menjadi seorang guru ngaji atau ustadz yang 'sarungan' dan 'pecian' saja, akan tetapi lebih bisa berkontribusi untuk bangsa dalam skala yang lebih besar seperti menjadi seorang diplomat," ujar pria yang biasa disapa Pak Salim dikutip dari akun Facebook, PPI Lebanon.

Duta Besar LBBP RI untuk Republik Lebanon, KH. Achmad Chozin Chumaidy turut hadir dan memberikan sambutan dalam  pelantikan dan pengesahan pengurus PPI Lebanon periode 2017/2018.

Dalam talkshow yang digelar pada pukul 10.00 EET (East European Time) itu, Komandan KRI Usman Harun 359, Kolonel Laut (P) Alan Dahlan, S.H yang diwakili oleh Lettu Laut (KH) Johan Wisnu Saputra, S.Psi. sempat memberikan penjelasan tentang kepemudaan kepada para peserta.

 Bendahara Darma Wanita Persatuan Bu Tutut Wulansari, SIP© Facebook PPI Lebanon

Sementara Bendahara Dharma Wanita Persatuan KBRI Beirut Tutut Wulansari, SIP memberikan pandangannya dari sudut pandang masyarakat yang menyoroti peranan santri dan pemuda zaman now.

(Sah)

Beri Komentar