Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Abdul Wahab Menyuapi Anjing Yang Sakit.
Dream - Dua tahun lalu, warganet ramai membicarakan seorang santri berpeci putih yang mengobati anjing hitam penuh luka. Pria yang menjadi buah bibir itu diketahui bernama Abdul Wahab.
Dalam unggahan tertanggal 9 April 2016 itu, pria asal Tegal, Jawa Tengah, itu turut membubuhkan keterangan.
" Kasihan sekali anjing ini. Tubuhnya banyak sekali luka dan sprti sangat kelaparan. Tadi aku ajak ke Pondok dan sdikit aku obati dan kasih makan," tulis Abdul.
" Walaupun najis tapi kata guruku 'puncak dari agama adalah cinta'," kata dia.
Hampir dua tahun foto dan kisah itu diunggah ke Facebook. Kini, Abdul Wahab telah lulus dari pondok.
© Dream
Kini Abdul sudah selesai mengabdi dan mengajarkan ilmu agamanya di Tanah Papua. Sejak 2017, dia menjadi CEO dan pendiri Santrionline.net, laman online berisi artikel mengenai Islam di Nusantara.
Kesibukan Abdul tak berhenti di situ. Kini dia juga aktif mengelola Distro Kang Santri.

Bisnis kaos berdesain kekinian itu menyasar pasar santri generasi milenial.
" Alhamdulillah. 2017 Sambil mengelola @santrionline_ dan @distrokangsantri serta mengabdi di @nucare_lazisnu, Saya sekarang bekerja di 5 Perusahaan dan 3 Lembaga," tulis Abdul di Instagram pribadinya, @kangabdu.
Tak hanya menggeluti kewirausahaan, Abdul juga kerap membagi ilmunya. Dalam unggahannya, dia terlihat mengisi dakwah tiap Kamis ba'da Zuhur di Deutsche Bank Building, Jakarta Pusat.
© Dream
Abdul bercerita segala kesuksesan yang diraihnya merupakan keberkahan. " Keberkahan seperti ini merupakan hasil dari bagaimana setia kepada sebuah proses," tulis dia.
Abdul mengaku, sebelum sukses pernah bekerja menjadi pencuci piring di sebuah rumah makan di Jakarta. Setelah menjadi pencuci piring, dia beralih profesi menjadi tukang sapu di jalan.
" Saat itu banyak hinaan, cemoohan orang yang sangat sering saya dengar," ucap dia.

Meski begitu, anak desa yang mengaku tak tamat SMP ini tetap menjalani hidupnya dengan ikhlas.
" Insya Allah kalo teman-teman mau setia pada proses dan selalu berusaha menjadi hamba yang gemar bersyukur teman-teman akan lebih segalanya dari pada saya ini," ucap dia.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya