Cara Menyiapkan Mental Sebelum Melakukan Downsizing atau Downgrading, Hal Apa yang Harus Jadi Prioritas?
5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Ilustrasi (Foto: Shutterstock.com)
Dream - Kerajaan Arab Saudi menjalankan eksekusi mati terhadap 37 orang yang terhubung dengan kejahatan terorisme. Dua di antaranya sampai disalib pada tiang kayu karena dianggap melakukan kejahatan lebih serius.
Dikutip dari Aljazeera, Rabu 24 April 2019, Kementerian Dalam Negeri Saudi menyatakan 37 orang ini dinyatakan bersalah melakukan penyerangan terhadap fasilitas keamanan menggunakan bahan peledak, membunuh sejumlah petugas keamanan, dan bekerja sama dengan organisasi musuh untuk melawan kepentingan negara.
Eksekusi dijalankan secara serentak di beberapa daerah. Seperti di Mekah, Madinah, Riyadh, Provinsi Qassim, dan Provinsi Timur.
" Orang-orang ini dieksekusi karena mengadopsi cara berpikir teroris dan ekstremis dan membentuk jaringan teroris untuk menganggu dan merusak stabilitas keamanan," demikian pernyataan Kerajaan lewat Saudi Press Agency (SPA).
Dua mayat pria disalib dan dipertontonkan di hadapan publik selama beberapa jam usai dieksekusi. Cara ini tidak biasanya dipakai oleh Saudi dan memicu kontroversi.
Kementerian Dalam Negeri menyatakan para individu dinyatakan bersalah menurut hukum. Perintah eksekusi dijatuhkan oleh Pengadilan Kejahatan Khusus di Riyadh, yang berfokus menjadi pengadilan terorisme dan Mahkamah Agung.
Laporan tersebut tidak menyebutkan bagaimana eksekusi dijalankan. Secara umum, proses eksekusi mati di Saudi dilakukan dengan cara ditembak atau dipancung dengan pedang, sebagian dilakukan di hadapan publik.
Waktu eksekusi biasanya usai sholat Zuhur. Mayat akan dibiarkan jadi tontonan umum usai eksekusi hingga tiba waktu sholat Ashar.
Eksekusi itu berlangsung setelah kelompok teroris ISIS mengklaim bertanggung jawab atas serangan gedung keamanan Saudi di kota Zulfi pada Minggu kemarin. Dalam serangan itu, empat pria bersenjata tewas dan tiga petugas keamanan Saudi terluka.
Sejak awal 2019, sebanyak 100 orang telah dieksekusi oleh Saudi berdasarkan data resmi SPA. Sedangkan tahun lalu, eksekusi dijalankan terhadap 149 orang menurut laporan Amnesty International.
Dakwaan yang disematkan beragam. Mulai dari terorisme, pembunuhan, pemerkosaan, perampokan bersenjata, perdagangan narkoba.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia


5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang