Saudia Buka Penerbangan ke 20 Kota Dunia, Jakarta Termasuk

Reporter : Ahmad Baiquni
Kamis, 15 Oktober 2020 13:01
Saudia Buka Penerbangan ke 20 Kota Dunia, Jakarta Termasuk
Masyarakat Indonesia kini bisa lagi terbang ke Arab Saudi.

Dream - Maskapai penerbangan resmi Arab Saudi, Saudia Airline kembali membuka penerbangan internasionalnya. Kali ini, ada 20 kota tujuan penerbangan internasional baik di Timur Tengah, Asia dan Eropa.

Maskapai tersebut menyatakan traveler ini bisa terbang menuju Amman, Dubai, Tunis, Kairo, Alexandria, Khartoum, Nairobi, Addis Ababa, Amsterdam, Frankfurt, Istanbul, London, Madrid, Paris, Washington DC, Islamabad, Jakarta, Karachi, Kuala Lumpur, dan Manila.

Saudi secara bertahap mencabut penundaan penerbangan internasional sejak 15 September 2020, enam bulan setelah penutupan jalur perjalanan diberlakukan untuk menekan pandemi Covid-19.

Pembatasan akan diakhiri di semua jalur perjalanan baik udara, darat, maupun laut setelah 1 Januari tahun depan. Kementerian Dalam Negeri Saudi menyatakan tanggal pasti dicabutnya pembatasan tersebut akan diumumkan pada Desember 2020.

 

1 dari 5 halaman

Syarat-syarat

Direktorat Jenderal Paspor meminta warga Saudi maupun ekspatriat yang akan bepergian dari wilayah Kerajaan untuk mematuhi persyaratan kesehatan yang berlaku di tujuan mereka. Juga berkomitmen untuk mematuhi peraturan dan arahan yang berlaku.

Ditjen Paspor Saudi menyatakan beberapa tujuan menetapkan sejumlah prosedur dan spesifikasi untuk menekan penyebaran Covid-19. Salah satunya dengan cara memastikan penerbangan penumpang tidak dibatalkan dan tidak dikembalikan ke negara mereka pada saat kedatangan.

Persyaratan dan prosedur tersebut terus diperbarui tanpa pemberitahuan sebelumnya.

Paspor diperlukan untuk bepergian ke negara-negara Dewan Kerjasama Teluk dan tidak dapat diganti dengan kartu identitas nasional. Sebelum bepergian, warga negara harus memastikan paspor mereka berlaku tidak kurang dari tiga bulan ke negara-negara Arab, dan tidak kurang dari enam bulan ke negara lain.

Sumber: Arab News

2 dari 5 halaman

Saudi Akan Putuskan Negara yang Boleh Kirim Jemaah Umroh, Bagaimana Indonesia?

Dream - Menteri Haji dan Umrah Arab Saudi, Muhammad Saleh Benten, mengumumkan bahwa Kementerian Kesehatan akan mengambil keputusan terkait negara-negara mana yang akan diizinkan mengirim jemaah untuk umroh.

Sebelumnya, Kementerian Dalam Negeri mengatakan Kerajaan Saudi akan mengizinkan jemaah umroh dari luar negeri memasuki negara mereka pada tahap ke tiga dari dimulainya kembali layanan umroh.

Layanan umroh yang sebelumnya ditangguhkan, secara bertahap akan dibukan untuk Muslim di luar Saudi mulai 1 November.

3 dari 5 halaman

Dalam wawancara televisi saluran Al-Ekhbariya, Benten mengatakan akan ada jalur elektronik khusus untuk kedatangan dan keberangkatan jemaah haji asing dalam pelaksanaan haji tahun depan.

Layanan umrah bagi jemaah domestik berlaku mulai 4 Oktober. Menteri Benten mengatakan hanya 12 rombongan jamaah yang diizinkan melakukan umrah dalam waktu 24 jam pada tahap pertama.

“ Jemaah akan dibagi dalam kelompok dan setiap kelompok akan didampingi oleh tenaga kesehatan di Masjidil Haram. Hanya jamaah dengan usia antara 18 dan 65 tahun yang diperbolehkan pada tahap pertama," kata dia.

4 dari 5 halaman

Benten menegaskan, tidak ada biaya untuk penerbitan izin umroh. Tidak ada jemaah umroh yang diizinkan memasuki Masjidil Haram di Makkah tanpa menyelesaikan prosedur masuk melalui aplikasi I'tamarana.

Penggunaan aplikasi ini diperlukan guna memastikan kesehatan dan keselamatan jamaah. Pengaturan alternatif akan dibuat jika ada hambatan teknis penyelesaian prosedur melalui aplikasi.

Warga negara Saudi dan ekspatriat serta keluarganya di Kerajaan diizinkan mengunduh aplikasi seluler Umrah, " I'tamarna" , yang efektif digunakan mulai Ahad. Muslim dapat mendaftarkan nama mereka di aplikasi tersebut, baik untuk menunaikan umrah, berkunjung, maupun beribadah di Dua Masjid Suci.

 

 

5 dari 5 halaman

Aplikasi tersebut tersedia untuk pengguna sistem operasi iOS dan Android di smartphone, tujuh hari sebelum dimulainya fase pertama umrah. Kementerian Dalam Negeri sebelumnya mengumumkan dimulainya kembali umrah secara bertahap dan kunjungan ke Dua Masjid Suci dengan jumlah jamaah haji yang terbatas, mulai 4 Oktober.

Pada tahap pertama, warga negara dan ekspatriat dari dalam Kerajaan diizinkan melakukan umrah dengan kapasitas 30 persen. Ini berarti Kerajaan mengizinkan 6.000 jamaah per hari, sesuai dengan tindakan pencegahan kesehatan Masjidil Haram. Jamaah diizinkan melakukan ritual dalam 12 kelompok, masing-masing terdiri dari 500 jamaah, dalam sehari.

Sementara itu, toko pakaian Ihram kembali beroperasi setelah lebih dari enam bulan Saudi menutup layanan umrah. Ihram adalah salah satu dari tiga rukun umrah. Laki-laki harus memakai dua lembar kain putih yang tidak dilapis, sedangkan perempuan bisa memakai pakaian biasa.

Sumber: Saudi Gazette

Beri Komentar