Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi. (Foto: Boldsky.com)
Dream - Berhubungan intim adalah perasaan yang murni dan intens di mana suami istri terhubung secara emosional.
Namun, apa jadinya ketika salah satu dari pasangan suami istri itu menjadi pecandu seks dan ingin berhubungan intim sepanjang hari?
Mungkin ini terdengar gila. Tapi itulah kenyataan yang harus dihadapi oleh seorang istri sekaligus ibu tiga anak bernama Rebecca Barker.
Wanita berusia 37 tahun ini mengidap penyakit kecanduan seks yang justru menyiksa kehidupannya. Dia tidak pernah merasa puas meski berhubungan intim tujuh jam setiap hari.
Rebecca akan merasa kurang hingga mengalami stres dan cemas untuk beberapa saat. Kecanduannya terhadap seks itu mengganggu aktivitasnya sebagai ibu rumah tangga.
Karena merasa tidak wajar dengan kondisinya, Rebecca memutuskan untuk memeriksakan diri ke seorang psikiater.
Dokter menganalisis kondisi Rebecca dan meresepkan obat setelah mengetahui tentang kecanduan seksnya.
Menurut dokter, Rebecca termasuk di antara empat persen dari populasi di dunia yang mengalami kecanduan seks. Di antara empat persen pecandu seks itu, seperempatnya adalah kaum hawa.
Dream - Dokter mengatakan kecanduan seks biasanya diderita oleh mereka yang mengalami gangguan psikologis yang disebut obsesif kompulsif.
Gangguan obsesif kompulsif atau yang lebih dikenal dengan Obsessive Compulsive Disorder (OCD) adalah kelainan psikologis yang menyebabkan seseorang memiliki pikiran obsesif dan perilaku yang bersifat kompulsif.
Gangguan ini merupakan penyakit jangka panjang seperti halnya tekanan darah tinggi maupun diabetes.
Kelainan ini ditandai dengan pikiran dan ketakutan tidak masuk akal (obsesi) yang dapat menyebabkan perilaku repetitif (kompulsi).
Misalnya, orang yang merasa harus memeriksa pintu dan jendela lebih dari 3 kali sebelum keluar rumah.
Setelah mendapat perawatan dari psikiater, Rebecca akhirnya bisa melepaskan diri dari ketergantungan terhadap seks secara bertahap.
(Sumber: Boldsky.com)

Dream - Menikah sekali seumur hidup hingga maut memisahkan tentunya menjadi impian setiap pasangan yang membina biduk rumah tangga. Namun sayangnya, tak semua pasangan berhasil mengatasi berbagai prahara yang terjadi dalam pernikahan mereka. Bahkan sampai ada yang berujung pada perceraian.
Seperti kisah janda cantik satu ini yang kerap gagal dalam membina hubungan rumah tangga. Ia bahkan sudah tujuh kali gagal dalam pernikahan alias cerai.
Janda 37 tahun yang tinggal di Rungkut, Surabaya, ini punya penampilan menawan. Meski sudah tujuh kali melahirkan anak dari suami yang berbeda, tubuhnya pun masih ramping bak model. Gaya penampilannya pun selalu modis dan kekinian.
Sayangnya, semua kelebihannya itu tak sejalan dengan kehidupan asmaranya. Rumah tangganya selalu berakhir pada perceraian. Tercatat, paling lama dia berumahtangga hanya 4 tahun, dengan suami pertamanya. Selebihnya, paling lama hanya dua tahun dengan suami-suami berikutnya.
Dengan suami ke tujuh, perempuan ini mengaku bercerai lantaran sang suami dianggapnya terlalu sabar dan pendiam.
" Suruh begini, iya. Suruh begitu, iya. Kalau diajak ngomong jawabnya cuma iya, iyo, iya, iyo. Kudu tak bogem saja," katanya saat di Pengadilan Agama Klas 1A Surabaya.
Alasan lain yang membuatnya ingin mengakhiri pernikahan dengan suami ke tujuh adalah karena ia sudah tak lagi merasa cinta. " Yang sebelumya juga gitu. Sudah enggak cinta lagi," ujarnya.

Perempuan cantik itu pun mengaku perceraian dengan enam suami sebelumnya tak selalu didasari masalah yang sama. Dia menjelaskan, suami pertama diceraikan karena bertengkar terus.
Sementara suami ke dua kerap memukulinya. Lantas suami ke tiga malas dan tak mau kerja. " Jadi aku yang harus kerja menghidupi keluarga," katanya.
Suami ke empat, lanjutnya, tukang selingkuh. Suami berikutnya, tak kuat urusan ranjang. Dan suami ke enam, selalu cekcok. " Nasib apes, dapat suami kok selalu enggak cocok," sesalnya.
Wanita yang berprofesi sebagai perias pengantin dan tentor kecantikan itu pun akhirnya bersikeras ingi bercerai dengan suami ke tujuh. Meski sang suami berharap biduk rumah tangganya masih bisa diselamatkan.
Terlebih karena buah hati keduanya masih berumur lima bulan. " Ya inginnya damai. Kasihan anak masa harus ditinggal," kata si suami.
(Sumber: pojoksatu.id)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya