Cara Menyiapkan Mental Sebelum Melakukan Downsizing atau Downgrading, Hal Apa yang Harus Jadi Prioritas?
5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
Dream - Sebanyak 105 orang di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, tercatat sebagai penderita HIV/AIDS sepanjang Januari hingga November 2019. Jumlah itu terdiri dari 74 pria dan 31 wanita.
" Dari 74 laki-laki ini, 46 di antaranya disebabkan hubungan seks sesama lelaki atau LSL (lelaki seks lelaki)," kata Kepala Bidang Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi, Irfan Maulana, Selasa 3 Desember 2019.
Menurut Irfan, dinasnya tidak memiliki data apakah pengidap HIV/AIDS akibat lelaki seks telah berkeluarga atau tidak. " Tidak ada data maritalnya," ujar dia.
Sementara itu, 14 wanita yang mengidap penyakit tersebut yaitu pekerja seks komersial (PSK), enam transgender, empat karena memiliki risiko tinggi, dan dua pelanggan pekerja seksual.
Adapun yang disebabkan karena pengaruh narkoba melalui jarum suntik, transfusi darah, alat tato, transplantasi organ tubuh, dan ibu ke bayi sebanyak 33 orang.
Sumber: Merdeka.com/Adi Nugroho
Dream - Tugas seorang dokter adalah merawat dan menyembuhkan pasiennya, bukan memberi mereka penyakit baru.
Dikenal sebagai Dr Muzaffar Ghanghro, ia adalah salah satu dokter termurah di kawasan Islamabad, ibu kota Pakistan.
Dokter anak ini hanya mengenakan biaya 30 rupee atau Rp2.700 untuk setiap kunjungan.
Pada 28 Oktober, Dr Muzaffar didakwa menyebabkan 900 pasien di bawah usia 12 tahun terinfeksi virus HIV.
Menurut ayah dari salah satu korban, Dr Muzaffar mencari jarum suntik di tempat sampah. Setelah itu menggunakan jarum suntik bekas tersebut untuk menyuntik anaknya.

Kejadian tersebut berlangsung di depan matanya sendiri. Akibat berobat di Dr Muzaffar, kini anaknya yang berusia enam tahun tertular virus HIV.
Ketika ayah anak tersebut mengeluh tentang jarum suntik bekas, Dr Muzaffar mengatakan dia tidak punya cukup uang untuk membeli jarum baru.
Dalam insiden terpisah, orang tua dari tiga anak yang menjadi korban juga mengeluhkan tentang Dr Muzaffar.
Mereka menyebutnya sebagai dokter yang ceroboh karena menggunakan jarum yang sama untuk menyuntik 50 anak.
Setelah kejadian itu, Dr Muzaffar sekarang telah ditangkap dan didakwa melakukan kelalaian dan pembunuhan tidak disengaja.
Menurut polisi, lebih dari setahun, 1.100 orang positif mengidap HIV karena kelalaian para dokter yang tidak bertanggung jawab ini.
Tertangkapnya Dr Muzaffar didasarkan pada laporan para orang tua yang mengatakan bahwa pria itu sering menggunakan jarum suntik yang sama.
Kasus ini mulai terungkap setelah dokter Imran Akbar Arbani menemukan adanya wabah virus HIV di kalangan anak-anak dan memberitahukannya kepada The New York Times.
" Penderita HIV tidak akan berkurang jika tidak ada yang mengawasi dokter dan dokter gigi palsu serta tukang cukur rambut," kata dokter Imran.
Dokter Imran kemudian memperingatkan meskipun pelaku sudah tertangkap, tapi para orang tua harus selalu waspada dengan pergi ke klinik untuk berobat.
(Sumber: Iamlejen)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia


5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang