105 Orang di Bekasi Kena HIV/AIDS, 46 di Antaranya Pria Penyuka Sesama Jenis

Reporter : Maulana Kautsar
Rabu, 4 Desember 2019 10:00
105 Orang di Bekasi Kena HIV/AIDS, 46 di Antaranya Pria Penyuka Sesama Jenis
Beberapa diantara pengidap HIV/AIDS tersebut adalah gay.

Dream - Sebanyak 105 orang di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, tercatat sebagai penderita HIV/AIDS sepanjang Januari hingga November 2019. Jumlah itu terdiri dari 74 pria dan 31 wanita.

" Dari 74 laki-laki ini, 46 di antaranya disebabkan hubungan seks sesama lelaki atau LSL (lelaki seks lelaki)," kata Kepala Bidang Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi, Irfan Maulana, Selasa 3 Desember 2019.

Menurut Irfan, dinasnya tidak memiliki data apakah pengidap HIV/AIDS akibat lelaki seks telah berkeluarga atau tidak. " Tidak ada data maritalnya," ujar dia.

Sementara itu, 14 wanita yang mengidap penyakit tersebut yaitu pekerja seks komersial (PSK), enam transgender, empat karena memiliki risiko tinggi, dan dua pelanggan pekerja seksual.

Adapun yang disebabkan karena pengaruh narkoba melalui jarum suntik, transfusi darah, alat tato, transplantasi organ tubuh, dan ibu ke bayi sebanyak 33 orang.

Sumber:

1 dari 4 halaman

Pakai Jarum Suntik Bekas, Dokter Sebabkan 900 Anak Tertular HIV

Dream - Tugas seorang dokter adalah merawat dan menyembuhkan pasiennya, bukan memberi mereka penyakit baru.

Dikenal sebagai Dr Muzaffar Ghanghro, ia adalah salah satu dokter termurah di kawasan Islamabad, ibu kota Pakistan.

Dokter anak ini hanya mengenakan biaya 30 rupee atau Rp2.700 untuk setiap kunjungan.

Pada 28 Oktober, Dr Muzaffar didakwa menyebabkan 900 pasien di bawah usia 12 tahun terinfeksi virus HIV.

2 dari 4 halaman

Menggunakan Jarum Suntik dari Tong Sampah

Menurut ayah dari salah satu korban, Dr Muzaffar mencari jarum suntik di tempat sampah. Setelah itu menggunakan jarum suntik bekas tersebut untuk menyuntik anaknya.

 Dokter Sebabkan Ratusan Anak Terinfeksi HIV

Kejadian tersebut berlangsung di depan matanya sendiri. Akibat berobat di Dr Muzaffar, kini anaknya yang berusia enam tahun tertular virus HIV.

Ketika ayah anak tersebut mengeluh tentang jarum suntik bekas, Dr Muzaffar mengatakan dia tidak punya cukup uang untuk membeli jarum baru.

3 dari 4 halaman

50 Anak Tertular Virus HIV

Dalam insiden terpisah, orang tua dari tiga anak yang menjadi korban juga mengeluhkan tentang Dr Muzaffar.

Mereka menyebutnya sebagai dokter yang ceroboh karena menggunakan jarum yang sama untuk menyuntik 50 anak.

Setelah kejadian itu, Dr Muzaffar sekarang telah ditangkap dan didakwa melakukan kelalaian dan pembunuhan tidak disengaja.

Menurut polisi, lebih dari setahun, 1.100 orang positif mengidap HIV karena kelalaian para dokter yang tidak bertanggung jawab ini.

Tertangkapnya Dr Muzaffar didasarkan pada laporan para orang tua yang mengatakan bahwa pria itu sering menggunakan jarum suntik yang sama.

4 dari 4 halaman

Banyak Dokter Palsu

Kasus ini mulai terungkap setelah dokter Imran Akbar Arbani menemukan adanya wabah virus HIV di kalangan anak-anak dan memberitahukannya kepada The New York Times.

" Penderita HIV tidak akan berkurang jika tidak ada yang mengawasi dokter dan dokter gigi palsu serta tukang cukur rambut," kata dokter Imran.

Dokter Imran kemudian memperingatkan meskipun pelaku sudah tertangkap, tapi para orang tua harus selalu waspada dengan pergi ke klinik untuk berobat.

(Sumber: Iamlejen)

Beri Komentar
Ria Irawan Larang Rano Karno Jenguk Dirinya, Kenapa?