Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Foto Lebaran Sambil Remas Pantat Istri Jadi Tren Baru Di Malaysia. (Foto: Facebook Mohd Fadli Salleh)
Dream - Umat Muslim menyambut Idul Fitri untuk merayakan kemenangan setelah mereka menunaikan kewajiban berpuasa selama bulan Ramadhan.
Di hari raya itu media sosial akan dibanjiri oleh foto-foto Lebaran yang dibagikan oleh netizen, baik bersama pasangan atau keluarga.
Namun, dalam beberapa hari belakangan ini, muncul tren baru berbagi foto yang dianggap mencemari kesucian Idul Fitri di Malaysia.
Di tengah keinginan untuk meramaikan hari Raya Lebaran, ada sekelompok netizen Malaysia yang bertindak melampaui batas.
Beberapa akun Twitter warga Malaysia membagikan foto-foto yang tidak pantas di media sosial.
Foto-foto tersebut menunjukkan pasangan pacar atau suami istri yang sedang berpose berduaan. Tapi tangan si pria 'mendarat' di pantat wanita di sebelahnya.

Tentu saja foto-foto yang tak pantas itu memalukan karena dibagikan tanpa memikirkan dampaknya di media sosial.
Yang paling mengkhawatirkan, berbagi foto seperti itu akan menjadi contoh buruk bagi anak-anak dan remaja.
Terpanggil untuk memberi teguran, seorang guru bernama Mohd Fadli Salleh ikut mengungkapkan rasa frustrasi dan kecewa dengan perilaku yang dianggap tren baru itu.
" Katanya ini adalah tren baru di Twitter. Orang-orang memposting foto Lebaran sambil remas pantat istri/teman wanita.
" Itu bukannya sweet! Tapi memalukan dan menjijikkan. Melampaui batas. Sangat tidak patut berbagai foto begitu di kepada publik.
" Mau pamer foto remas pantat istri, pacar, atau tunangan.. tolong jangan posting di media sosial," tulis Fadli di Facebook.
Fadli mengatakan tindakan seperti itu bertentangan dengan amalan-amalan yang dilakukan selama bulan Ramadhan. Di bulan suci itu orang sibuk beribadah demi mengejar pahala.
" Sebulan menahan hawa nafsu. Satu bulan kita mendekatkan diri kepada Allah. Sebulan kita mencoba istiqomah untuk bersedekah, sholat tarawih, mengaji Quran, tahajud dan sebagainya.
" Dan begitu bulan yang paling mulia ini berakhir, bukannya merayakan kemenangan dengan menunjukkan kepada dunia bahwa kita sedang meremas pantat istri sendiri? Serius itu tidak bagus, Ok!" kata Fadli.
Fadli meminta warga Malaysia untuk tidak meniru tren tersebut. Dia juga berharap orang-orang yang terlanjur membagikan foto memalukan untuk berhenti melakukannya.
Sumber: mStar.com.my
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya