Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Rumah Dinas Irjen Ferdy Sambo (Liputan6.com)
Dream - Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) melakukan pendalaman Tempat Kejadian Perkara (TKP) di rumah dinas Irjen Ferdy Sambo di Kompleks Polri RT 5/RW 1, Duren Tiga, Jakarta Selatan.
Hasilnya, Komnas HAM menilai unsur penghalangan proses hukum atau obstruction of justice yang dilakukan Ferdy Sambo terlihat jelas.
" Obstruction of justice sejak awal kami lihat ada indikasi sejak awal, ketika kami cek di TKP indikasi itu semakin menguat," kata Komisioner Komnas HAM Choirul Anam, dikutip dari Merdeka.com, Selasa 16 Agustus 2022.
Anam mengatakan, semua data berserta informasi versi Komnas HAM telah diuji di TKP, mulai dari foto, hingga kronologi kejadian kematian Brigadir J.
" Beberapa foto yang sebelumnya yang kami dapatkan dari pelacakan kami di siber kami cek apakah betul ruangan dan sebagainya ternyata betul," ujarnya.
" Ke dua, misalnya terkait posisi jenazah dan lain sebagainya juga betul. Dan lokasi yang lain lubang-lubang tembakan juga kami cek dengan bahan yang sudah kami punya ternyata juga betul," imbuhnya.
Anam menyebut, olah TKP di rumah dinas Ferdy Sambo ini menjadi yang pertama dan terakhirnya Komnas HAM. Selanjutnya, kata Anam, Komnas HAM akan meminta keterangan dari istri Ferdy Sambo.
" Sebagai satu proses besar TKP ini target terakhir karena dalam proses perjalannya misalnya terkait ibu PC, itu kan masih berporses di kami, dan itu juga penting karena masih ada bebrapa bahan yang harus pas," ungkapnya.
Selama pendalaman TKP, Komnas HAM didampingi oleh Itsus (Inspektorat Khusus), tim Inafis dan Dokes Polri. Anam menilai, dengan bantuan dari pihak yang terkait sebagai bukti sikap keterbukaan untuk membuat jelas kasus kematian Brigadir J.
Untuk selanjutnya, Komnas Ham akan langsung membuat draft hasil olah TKP penyebab kematian Brigadir Yosua. Yang nantinya draft tersebut sebagai bahan untuk Bareskrim dan pengadilan nanti.
" Minggu ini kami menyiapkan draft yg akan kami diskusikan," jelas Anam.
Bahkan Anam mengatakan, pihaknya juga sempat dibantu penjelasan mengenai tembak menembak dari inafis. Seperti sudut tembakan Bharada e ke brigadir J dan proyektil peluru ditembok rumah dinas.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya