Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream - Sejak hari pertama pandemi Covid-19 menggemparkan seluruh dunia, salah satu yang paling sibuk selain tenaga kesehatan adalah mereka yang bekerja di bidang media. Jurnalis atau wartawan, fotografer, dan videografer termasuk segelintir pekerja yang tetap menekuni profesi mereka di saat banyak orang memilih tinggal di rumah.
Tergerak untuk memberikan kabar perkembangan Corona, para awak media ini tak jemu membuat liputan terkait pandemi Covid-19 yang disebabkan oleh virus corona jenis SARS-CoV-2 itu saban hari.
Dari pengumuman para pejabat, konferensi pers hingga liputan di lapangan tentang pandemi diangkat untuk memberi informasi yang akurat tentang Covid-19 di tengah masyarakat.
Namun, salah seorang wartawan lokal di Malaysia ini sama sekali tidak menyangka jika penyakit yang selalu dia beritakan itu sekarang tengah hidup di dalam tubuhnya.
Kabar mengejutkan itu diungkapkan sendiri oleh wartawan bernama Azrul Affandi Sobry melalui Facebook pribadinya.
" Sejak PKP (PSBB versi Malaysia) dimulai 18 Maret, saya tak pernah berhenti menyiarkan secara langsung berita Covid-19. Sampai saya digelari Cikgu Covid (Pakar Covid).
" Tapi hari ini, saya diuji Allah ketika saya ternyata positif Covid. Doakan saya sehat dan dipermudahkan segala urusan," tulisnya Azrul pada Minggu malam, 4 Oktober 2020.
Ikut diunggah di postingan tersebut adalah foto Azrul sedang membawa tas pakaian saat memasuki ambulans untuk dibawa ke Rumah Sakit Sungai Buloh di Sungai Buloh, Selangor.
Azrul yang tinggal di Kajang terjangkit Covid-19 setelah kembali dari Sabah, untuk meliput berita mengenai Pilihan Raya Negeri (Pemilu) baru-baru ini.
Melalui postingan terbaru pada Selasa pagi, Azrul memberitahukan dirinya sedang dirawat di ruang khusus pasien Covid-19 di RS Sungai Buloh.
" Pagi pertama di ruang Covid-19, Sungai Buloh. Serius, aku masih seperti tak percaya. Selama ini aku yang paling lantang berbicara mengenai Covid-19. Dan hari ini aku menjadi korban virus ini.
" Tapi aku ridha kerana mungkin ada sesuatu yang Allah ingin tunjukkan kepadaku. Ruang isolasi ini bukan macam ruang biasa.
" Ia lebih kepada satu kamar sementara bagi pasien Covid-19 sebelum dipastikan untuk dipindahkan ke ruang perawatan jika sangat memerlukan," jelas pria berusia 42 tahun ini.
Duda satu anak ini menggambarkan jumlah pasien di dalam ruang isolasi itu lumayan cukup banyak, mungkin lebih dari 50 orang.
" Muda-muda semuanya. Hanya ada dua orang yang usianya kira-kira 50-an. Mungkin yang sudah berusia lanjut diletakkan di ruang lain.
" Ada juga dua bersaudara tapi masih anak-anak. Mereka mungkin usianya 10 tahunan. Untung ada kakaknya sehingga dia bisa bermain.," tambahnya.
Azrul mengharapkan agar diberikan kesembuhan segera dan tidak ada komplikasi akibat terjangkit virus corona.
" Aku pun tak tahu bagaimana menghabiskan 14 hari di sini. Karena memang tidak ada apa pun yang bisa dibuat kecuali baring, ke kamar mandi, surau dan baring lagi.
" Pagi ini darah diambil. Petangnya ada sesi X-Ray. Semoga tak ada apa-apa yang berat. Mohon doanya saja ya. Orang-orang dalam ruang ini pun baik-baik saja," pungkasnya.
(Sah, Sumber: Siakapkeli.my)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya