Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Bukit Cumbri (Foto: Arief Budiman/Radar Solo)
Dream - Berselfie di ketinggian, dengan latar pemandangan alam indah memang menjadi aktivitas yang menyenangkan. Namun jika tidak dibarengi dengan kehati-hatian bisa berujung pada malapetaka.
Adalah Wahyu Susanto (26 tahun), harus mendapat peratawan medis karena mengalami cedera serius pada tulang lehernya. Warga Desa Kadipiro, Kecamatan Bejen, Kabupaten Karanganyar ini terjatuh ke jurang sedalam 100 meter di Bukit Cumbri, Kamis 15 Juni 2017.
Wahyu dan rekannya Ali (26 tahun), warga Segarong, Kecamatan Puhpelem naik ke Bukit Cumbri sekitar pukul 15.00. Sesampainya di puncak bukit, Wahyu yang baru saja mudik dari Jakarta ini berswafoto sekaligus ngabuburit.
Jepretan pertama, kedua, dan ketiga tidak ada masalah. Hingga menjelang berbuka puasa sekitar pukul 17.30, dia terpeleset dan jatuh ke jurang sedalam 100 meter. Ali yang panik berusaha mencari lokasi Wahyu terjatuh tapi gagal.
Dia kemudian menelepon rekan lainnya Arif warga Desa Bakalan, Kecamatan Purwantoro. Ali dan Arif bertemu di lereng timur kawasan Cumbri dan kembali melakukan pencarian.
© Dream
Namun, lagi-lagi usaha tersebut gagal. Mereka kemudian meminta pertolongan warga sekitar.
" Kita mendapat laporan (wisatawan terjatuh) lalu bersama warga dan relawan melakukan pencarian," ujar Kepala Desa Biting, Kecamatan Purwantoro Masenianto, Jumat 16 Juni 2017.
Kondisi Bukit Cumbri yang cukup terjal menyulitkan pencarian. Namun, warga dan relawan tak menyerah. Sekitar pukul 19.00, Wahyu ditemukan tersangkut dahan pohon dan segera dievakuasi menuju rumah warga untuk mendapatkan pertolongan awal.
" Ditandu pakai jarit secara bergantian oleh warga dan relawan," ujar Masenianto. Kapolres Wonogiri AKBP Mohammad Tora melalui Kapolsek Purwantoro AKP Haryanto menuturkan, setelah dibawa ke rumah warga sekitar, Wahyu dibawa ke Rumah Sakit Amal Sehat Slogohomimo.
Humas Rumah Sakit Amal Sehat Slogohimo Imawan Haris Nursalim mengatakan, Wahyu masuk Instalasi Gawat Darurat (IGD) sekitar pukul 21.34 dalam kondisi lemah dan kritis.
" Setelah dicek tim medis dipimpin dokter Muhammad Basroni dan sesuai hasil CT scan dan rontgen, Wahyu mengalami cedera serius pada tulang leher dan tulang punggung," ungkap Imawan.
Menurutnya, kondisi Wahyu mulai membaik. Hanya saja harus segera dirujuk ke rumah sakit yang memiliki fasilitas bedah tulang.
Namun, hingga kemarin, pasien rumah sakit dengan fasilitas bedah tulang penuh sehingga Wahyu belum bisa dirujuk.
" Penanganan medis dan terapi dari kami sudah maksimal. Cederanya harus segera mendapatkan penanganan lebih lanjut," ujar Imawan.
(Sumber: sumut.pojoksatu.id)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya