Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi Selfie (Finalis World Muslimah Award 2014)
Dream - Hampir semua orang pernah melakukan selfie atau mengambil foto seorang diri. Namun menurut beberapa psikolog, hal ini justru bukan mendandakan seseorang memiliki kepercayaan diri yang tinggi. Tapi sebaliknya.
" Selfies atau selfie adalah upaya untuk menunjukan kepada orang banyak betapa hebatnya dia. Namun hal itu bisa jadi bertujuan ingin diperhatikan," kata Psikolog Salma Prabhu, dikutip Indiatimes, Senin 12 Januari 2015.
Hal yang sama juga dikatakan Psikologis Klinis dan Ahli Media Sosial, Ankita Gaba. " Foto seorang diri bukan karena kepercayaan diri tinggi tetapi karena butuh perhatian," kata Gaba.
Media sosial pun sempat diramaikan dengan adanya fenomena selfie. Mereka mengunggah foto dan menuliskan hashtag atau tanda pagar #selfie.
Jennifer Lee menjadi orang pertama yang melakukannya pada 16 Januari 2011, kemudian diedarkannya melalui instagram kemudian diikuti 57 juta pengguna instagram.
Sejak saat itulah bermunculan foto-foto selfie, para tokoh terkenal pun pernah melakukan hal ini diantaranya Michelle Obama, Sonam Kapoor dan Nicki Minaj.
" Karena teknologi sekarang sudah semakin canggih, hampir semua gadget sudah ada kamera depan dan mudahnya mengupload langsung ke jejaring sosial. Ini juga bisa menjadi penyebab foto selfie banyak penggemarnya," ujar Gaba.
Prabhu memperingatkan selfie dapat mengubah seseorang menjadi orang yang ambisius dan memiliki obsesi yang tidak sehat.
" Nanti lama kelamaan kalau terus dilakukan bisa menyebabkan seseorang memiliki obsesi yang tidak sehat karena kurangnya perhatian itu," kayanya.
Menanggapi hal tersebut Instruktur Bahasa Tubuh, Riddhi Doshi Patel pun mengatakan selfie itu adalah sesuatu yang memperlihatkan justru dirinya tidak percaya diri.
" Mungkin subjek terlihat percaya diri, tapi justru tidak ada sesuatu yang ditahan. Saat foto sendiri senyum tidak akan terlihat tulus karena foto tersebut direncanakan dan tidak ada ekspresi tulus ketika foto itu diambil diri sendiri," katanya menjelaskan.
Sebuah penelitian di Inggris baru-baru ini dilakukan dengan melibatkan 2.000 orang pengguna jejaring sosial. Hasil penelitian menunjukan 17 persen pria mengaku pernah melakukan selfie sedangkan perempuan hanya 10 persen.
" Sebaiknya kalaupun ingin melakukan benar-benar perlihatkan muka dan senyum yang tulus sehingga tidak ada anggapan Anda butuh perhatian," kata Ridhi Patel. (Ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya