Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Fitri Handayani (kanan) Saat Menyetorkan Hafalan Pada Wisuda Akbar 7 Palembang (pppa.or.id)
Dream - Secara fisik, Fitri Handayani, 18 tahun tidak begitu berbeda dengan gadis kebanyakan. Hanya saja, dia terlahir dengan salah satu indera yang tidak berfungsi. Ya, Fitri adalah penyandang tunanetra sejak lahir.
Dibalik Fitri ternyata mendapat anugerah yang begitu besar. Dia memiliki ingatan yang kuat sehingga mampu menghafal Alquran. Fitri merupakan santri peserta Wisuda Akbar Indonesia Menghafal 7 Palembang.
Sejak kecil, Fitri belum pernah melihat indahnya warna warni dunia. Bahkan dambaan anak-anak sejak lahir, melihat wajah kedua orangtuanya, Fitri pun tidak mampu.
Penderitaan Fitri tidak berhenti sampai di situ. Lantaran tunanetra, Fitri terpaksa menempuh pendidikan non akademik di bawah bimbingan orangtuanya. Kebanggaan mengenakan seragam sekolah tak pernah dia rasakan.
Tetapi, Fitri masih punya mimpi, menjadi penghafal Alquran. Mimpi itu terwujud dalam ajang Wisuda Akbar 7.
Setapak demi setapak Fitri melangkahkan kaki menuju Masjid Baitul Magfirah, Tanjung Batu, lokasi digelarnya Wisuda Akbar 7. Masjid ini masih terletak di kawasan tempat kelahirannya.
" Saya ingin menjadi penghafal Alquran," kata Fitri. Kalimat itu terulang sebanyak tiga kali dari bibirnya. Seolah dia ingin mempertegas hajatnya menjadi seorang hafizah.
Tiba di masjid itu, Fitri segera menuju tempat ujian. Dia kemudian menghadap para penguji. Dengan suara lirih, ayat demi ayat melantun dari bibir Fitri, hingga gadis itu menyelesaikan hafalan Surat Al Hasyr, Al Jumuah, dan Al Munafiqun.
Mungkin tidak masuk akal, bagaimana seorang tunanetra mampu menghafal Alquran. Membaca saja tidak bisa. Tapi Fitri punya cara sendiri.
" Cara saya menghafal adalah lewat murottal yang selalu saya dengar setiap hari," kata Fitri.
Fitri berkali-kali memutar rekaman murottal dan menghafalnya hingga melekat dalam ingatan. Dia menjalankan teknik ini sejak setahun belakangan. Namun demikian, dia sudah mampu menghafal empat juz Alquran.
" Niat saya menghafal Alquran adalah agar dapat mengembangkan ilmu, supaya menjadi insan yang turut andil dalam syiar Islam di Palembang dan Indonesia," ucap Fitri.
Sumber: pppa.or.id
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya