Berkah Ramadan, Ayah dan Anak Akur Setelah 21 Tahun Bertengkar

Reporter : Eko Huda S
Rabu, 8 Juni 2016 06:02
Berkah Ramadan, Ayah dan Anak Akur Setelah 21 Tahun Bertengkar
Aku pendosa, ampunkan aku Ya Allah. Perasaan ini tak tenang jika tidak berdamai.

Dream - Ramadan memang bulan penuh rahmat. Itulah yang dirasakan oleh Anis. Ibu muda asal Malaysia ini dipersatukan kembali dengan sang ayah setelah 21 tahun terpisah karena pertengkaran.

Anis mengaku menyimpan dendam kepada sang ayah selama 21 tahun belakangan. Bertahun-tahun marah dan sakit hati. Namun, pada 5 Juni 2016 malam, saat hari sudah masuk Ramadan, hati Anis luluh.

Anis dan sang bapak bertemu di Mydin Mall Kubang Krian. Mereka saling mengakui kesalahan satu sama lain, mereka saling memaafkan. Kini, tak ada lagi permusuhan di antara mereka.

Apa yang mendorong bapak dan anak ini saling memaafkan? Apa pula yang menyebabkan mereka saling mendendam? Baca kisah di halaman berikutnya, semoga bermanfaat:

 

 

1 dari 3 halaman

Aku Pendosa, Maaf Ayah, Ampun Ya Allah

Alhmdulillah semalam tanggal 5 Juni, saya berdamai dan memohon ampun pada ayahanda saya, setelah sekian lama mendendam, sakit hati dengan beliau selama 21 tahun.

Aku pendosa, ampunkan aku Ya Allah. Perasaan ini tak tenang jika tidak berdamai.

Akibat perceraian mereka hidupku tak tenang karena menanggung rindu dengan abah. Berulang kali aku lari dari rumah saat tahun ke dua, naik bus sendiri ke Pasir Mas Alhamdulillah nasib tak ada apa-apa saat itu.

Ya, memang perbuatan gila, sebab merindukan abah. Semalam di Mydin Mall Kubang Krian, aku tak tahan, aku curahkan semua siksa jiwa 21 taun pada abah. Abah lepaskan semua beban itu.

Dia mengaku salah, dia ridha. Aku tak mampu menahan air mata, peluk abah sekuat hati, lemas badanku.

 

© Dream
2 dari 3 halaman

Allahurobbi, Ayahku Sakit Jantung

Aku rindu pelukan abah, merindukan kehangatan tangan dia saat naik motor, tangan inilah yang menutup mataku saat naik motor, takut kemasukan debu.

Allahurobbi, ayahku sakit jantung. Dia pun seperti mau pikun, sekejap ingat, sekejap lupa.

Allah, Kau beri peluang pada aku berbakti pada ayah. Mama, Nabi sudah bersabda, ibu, ibu, ibu... Baru ayah.

Anis akan jaga kebajikan mama dan abah. Anis akan berlaku adil. Mama tetap keutamaan Anis. Tapi dalam badan Anis, mengalir darah abah.

Anis pendam semua ini sampai sekarang. Berapa kali memimpikan abah, menanggung rindu sampai sakit jantung, Anis tak beritahu mama sebab tak ingin mama bersedih hati. Terima kasih mama izinkan Anis jumpa abah.

 

3 dari 3 halaman

Jodoh Berakhir, Ibu Tiri...

Abah sayang mama lagi katanya, tapi takdir Allah, jodoh mama dan abah sebatas itu. Mama sudah sakit hati tak ingin dengan abah. Abah sudah diberitahu, ya ridha. Kalau dia bisa memutar waktu akan balikkan keadaan.

Ibu tiri dan adik-adik tiriku pun tunduk mendengarkan. Aku curahkan semua pada ibu tiri, aku mengaku aku benci dia selama ini, dia penyebab keluarga merana selama ini. Dia diam dan mendengar saja. Dia mengakui kesalahannya.

Dia berkata baik-baik tentang abah, abah sakit. Kalau abah sudah meninggal pada siapa dia akan memberi tahu anak-anak abah dari istri pertamanya.

Aku ingin bersalaman dengan adik tiriku pun serasa berat. Mana bisa aku bersalaman dengan lelaki yang aku tak kenal. Kami 8 beradik, campur 4 beradik, total 12 beradiklah kami, satu bapak lain ibu. Yang penting aku anak abah

Inilah hadiah hari ulang tahun paling bermakna dalam hidup saya. Saya ingin abah dan mama saja. Rezeki Ramadhanku. Syukur Alhmdulillah terima kasih Ya Allah.

Sujud syukur hamba-Mu yang hina ini, aku pendosa. Ampunkan aku..

Sumber: Oh Bulan

© Dream
Beri Komentar