Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Bursa Efek Indonesia (sumber: Http://ANTARAfoto.com)
Dream - Bursa saham syariah menutup perdagangan awal Agustus 2015 di zona negatif. Melemahnya indeks saham regional menyeret Jakarta Islamic Index (JII) dan Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) melemah.
Sentimen pelemahan rupiah yang menyentuh level 13.500 per dolar AS ikut membuat pelaku pasar cemas.
Pada penutupan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin, 3 Agustus 2015, Indeks ISSI terkoreksi 1,083 poin (0,70%) ke level 153,414.
Di awal pekan ini ISSI benar-benar terpuruk. Sempat tersungkur ke posisi terendah 152,726, ISSI hanya sanggup menyentuh level tertinggi di 154,080, atau masih di zona merah.
Aksi jual beli investor senilai Rp 2,6 triliun, hanya bisa mengangkat 69 emiten syariah ke zona hijau. Investor justru lebih banyak melakukan aksi jual dengan menyeret 117 emiten.
Kondisi kurang baik juga dialami indeks bluechips syariah di awal pekan ini. Turun 4,985 poin (0,78%), indeks JII menutup awal pekan di level 639,986.
Sebanyak 8 emiten unggulan syariah masih menjadi buruan investor. Namun, 19 lainnya tertekan aksi jual dan 3 emiten bertahan stagnan.
Emiten-emiten kakap yang menjadi incaran aksi jual diantaranya UNVR yang terkoreksi Rp 1.175, disusul SMGR Rp 300, UNTR Rp 300, AALI Rp 275, dan LPPF Rp 200 per saham.
Di deretan top gainer, ICBP menjadi pencetak kenaikan harga saham tertinggi senilai Rp 275 per saham. Diikuti SMRA Rp 40, WSKT Rp 30, ASII Rp 25, dan WIKA Rp 15 per saham.
Bursa saham Indonesia memang tengah tertekan awal pekan ini. Sentimen koreksi indeks regional memaksa investor menahan diri.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang sempat melaju di zona positif juga tak kuasa menahan aksi jual. Alhasil, IHSG menutup perdagangan dengan melemah 2,347 poin (0,05%) ke level 4.800,182.
Dari kawasan regional, indeks Nikkei dan Hang Seng sore ini bergera melemah 0,18 persen dan 0,91 persen.
Sementara rupiah kembali turun 17 poin (0,13%) ke level 13.513 per dolar AS.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya