Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Pengunjung Berpose Di Depan Replika Mata Uang Rupiah Lama Di Museum Bank Indonesia, Jakarta, Selasa (28/7). ( ANTARA FOTO/Rosa Panggabean)
Dream - Rupiah kembali membuat cemas pelaku bisnis di Tanah Air. Menguatnya dolar AS memaksa rupiah menyentuh level terendahnya sepanjang 2015.
Mengutip data Kurs Referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JiSDOR) dari Bank Indonesia (BI), Senin, 3 Agustus 2015, rupiah bertengger di level 13.492 per dolar AS.
Posisi rupiah tersebut merupakan yang terendah sepanjang 2015.
Selama tujuh hari berturut-turut, kurs rupiah belum bisa keluar dari level 13.400 per dolar AS. Akhir Juli lalu, rupiah ditutup level 13.481 per dolar AS.
Dirjen Pengelolaan Utang Kementerian Keuangan, Robert Pakpahan, seperti dikutip laman Bloomberg mengatakan Indonesia telah siap mengantisipasi kemungkinan pelemahan kurs rupiah.
Salah satu antisipasi adalah keputusan pemenerintah menandatangani pembiayaan bernilai US$ 1,17 miliar dari Bank Dunia, Asian Development Bank dan Agense Francaise de Developpement.
Dana tersebut bisa dipakai untuk mengantisipasi defisit anggaran di tengah kemungkinan volatilitas pasar akibat kenaikan suku bunga AS.
Bloomberg mencatat, kurs rupiah akhir Juli lalu terpangkas 0,5 persen menjadi 13.531 per dolar AS. Rupiah bahkan sempat menyentuh 13.552 per dolar AS, level terendah sejak Agustus 1998.
Sepanjang Juli, rupiah telah terpangkas 1,5 persen dan 8,5 persen sepanjang tahun ini. Pencapaian ini menempatkan rupiah sebagai kurs mata uang terburuk di Asia setelah Ringgit Malaysia.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya