Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream - Di tengah kondisi makro ekonomi Indonesia yang mengalami perlambatan, memasuki periode triwulan kedua tahun 2015 BNI Syariah menunjukan kinerja yang positif. Hal ini tampak dari beberapa indikator yang berjalan sesuai rencana, salah satunya profitabilitas tercapai sebesar Rp 99,94 miliar atau naik sebesar 50,33% dibanding tahun sebelumnya sebesar Rp 66,48 miliar.
Berdasarkan keterangan pers, Senin, 3 Agustus 2015, total aset mengalami kenaikan sebesar 20,19 % year on year (YOY), yaitu meningkat Rp 3,37 triliun, dari sebelumnya Rp 17,35 triliun (Juni 2014) menjadi Rp 20,85 triliun (Juni 2015).
Pertumbuhan ini didorong antara lain oleh pertumbuhan pembiayaan sebesar 25,24 % YOY menjadi Rp 16,74 triliun dimana periode sebelumnya pembiayaan mencapai Rp 13,37 triliun. Faktor pendorong lainnya adalah bertumbuhnya penghimpunan dana masyarakat sebesar 28,22 % YOY dari semula Rp 13,51 triliun menjadi Rp 17,32 triliun.
Dari total pembiayaan sebesar Rp 16,74 triliun sebagian besar merupakan pembiayaan cabang reguler yang meliputi pembiayaan konsumtif 53,17%. Kemudian diikuti oleh pembiayaan produktif UKM 22,07%, selanjutnya disusul oleh pembiayaan komersial 16,15%, pembiayaan mikro 6,3%, dan pembiayaan kartu Hasanah Card 2,29%.
Pembiayaan konsumtif didominasi oleh pembiayaan Griya iB Hasanah yaitu dengan komposisi 84,07%. Pertumbuhan pembiayaan tetap dilakukan dengan hati-hati agar kualitas pembiayaan dapat tetap terjaga dengan baik. NPF gross di semester ini sebesar 2,42%.
Pembiayaan pada sektor griya sebagai sektor yang mendorong pertumbuhan pembiayaan tetap dilakukan dominan pada segment ” first home buyer” dan dengan range harga rumah berkisar Rp 200 juta sd Rp 500 juta. Hal ini yang turut menjaga NPF agar tetap rendah.
Adapun DPK saat ini memiliki kompisisi CASA (dana murah) sebesar 46,86 %. Didukung dengan teknologi dan jaringan PT Bank BNI sebagai induk, Tabungan BNI Syariah memiliki fitur yang cukup lengkap untuk mempermudah transaksi bagi para penggunanya.
Kemudahan ini karena jaringan outlet BNI yang juga berfungsi sebagai Syariah Channeling Outlet turut berkontribusi pada pertumbuhan dana tabungan BNI Syariah, ditambah lagi dengan perpindahan dana jamaah Haji dari BNI Induk kepada BNI Syariah sesuai pelaksanaan peraturan Kementerian Agama yang mewajibkan jamaah haji untuk menyetorkan ONH melalui perbankan syariah.
Pertumbuhan laba semester ini juga disumbang dari upaya mempertahankan efisiensi yang dilaksanakan di segenap bidang. Hal ini tampak dari komposisi BOPO yang relatif tetap sebesar 90,36 % menjadi 90,39 % pada periode yang sama.
Adapun dari dana sukuk yang terhimpun sebesar Rp 500 miliar pada bulan Mei 2015, sebesar Rp 294,56 miliar telah direalisasikan pada pembiayaan, sedangkan sisanya diharapkan akan terserap dalam beberapa bulan ke depan.
Dengan semangat Indonesia berHasanah, BNI Syariah tetap melaksanakan CSR melalui Zakat perusahaan, dimana telah disalurkan sebesar Rp 5,5 miliar melalui Yayasan Hasanah Titik dengan penggunaannya ditujukan untuk pemberdayaan ekonomi umat, pendidikan dan kemanusiaan.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya