Selasa, 20 Oktober 2026 Cari

Indeks Syariah Tutup Akhir Juli 2015 di Zona Hijau

Reporter : Syahid Latif
Jumat, 31 Juli 2015 16:32
Indeks Syariah Tutup Akhir Juli 2015 di Zona Hijau
Investor asing selama empat hari terakhir melakukan aksi eli saham

Dream - Bursa saham syariah berbalik melesat di penutupan perdagangan Juli 2015. Berjalan pelan di awal sesi, investor justru menggelar aksi belanja jelang pengumuman data ekonomi pekan depan.

Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) menutup sesi perdagangan Bursa Efek Indonesia, Jumat, 31 Juli 2015 dengan menguat 2,536 poin (1,67%) ke level 154,497.

Melesatnya harga saham sejumlah emiten kakap syariah membuat ISSI nyaman melaju di zona hijau. Indeks ISSI bahkan sempat menyentuh level tertinggi di 154,600 dan terendah di 152,188.

Aksi beli investor mendorong 121 emiten syariah menghadapi libur akhir pekan dengan ceria. Namun masih ada 64 penghuni ISSI yang bergerak melemah dan 57 lainnya bertahan stagnan.

Transaksi perdagangan saham syariah kali ini mencapai Rp 3,47 triliun dengan 35,79 miliar efek yang berpindahtangan.

Kembali dana investor ke pasar modal terlihat jelas dari pergerakan indeks saham bluechips syariah. Saham-saham yang kemarin sempat dihindari investor kini justru menjadi buruan.

Alhasil, indeks Jakarta Islamic Index (JII) melesat 13,076 poin (2,08%) ke level 641,971. Kenaikan JII didorong menguatnya harga saham dari 24 emiten unggulan syariah.

JII meninggalkan 5 emiten di zona merah dan 1 lainnya bertahan stagnan.

Perusahan barang konsumsi, UNVR memimpin daftar emiten pencetak kenaikan harga tertinggi usai naik Rp 1.500 per saham. Top gainer lainnya dihuni oleh UNTR yang naik RP 1.000, LPPF Rp 500, AALI Rp 400, dan ICBP Rp 300 per saham.

Sebaliknya, emiten tembang seperti ITMG dan INCO harus mencetak koreksi harga Rp 250 dan Rp 125 per saham.

Keberanian investor melantai di BEI juga melesatkan laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Malu-malu di awal sesi, IHSG malah menutup perdagangan dengan meroket 90,037 poin (1,91%) ke level 4,802,529.

Lantai bursa juga relatif ramai dengan aksi jual beli investor. Dana sekitar Rp 6,11 triliun mengalir ke pasar saham. Investor asing malah semakin agresif berburu saham dengan nett buy Rp 340 miliar.

Dari kawasan regional, sebagian besar indeks saham utama Asia bergerak menguat. Indeks Hang Seng dan Nikkei Jepang sore ini menguat 0,56 persen dan 0,30 persen.

Sayangnya rebound yang dicetak lantai bursa ini tak melanda pasar keuangan nasional. Menguat dollar AS membuat rupiah melemah 25 poin (0,19%) menjadi 13.483 per dollar AS.

Beri Komentar