Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Bursa Efek Indonesia (sumber: Http://ANTARAfoto.com)
Dream - Bursa saham syariah berbalik melesat di penutupan perdagangan Juli 2015. Berjalan pelan di awal sesi, investor justru menggelar aksi belanja jelang pengumuman data ekonomi pekan depan.
Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) menutup sesi perdagangan Bursa Efek Indonesia, Jumat, 31 Juli 2015 dengan menguat 2,536 poin (1,67%) ke level 154,497.
Melesatnya harga saham sejumlah emiten kakap syariah membuat ISSI nyaman melaju di zona hijau. Indeks ISSI bahkan sempat menyentuh level tertinggi di 154,600 dan terendah di 152,188.
Aksi beli investor mendorong 121 emiten syariah menghadapi libur akhir pekan dengan ceria. Namun masih ada 64 penghuni ISSI yang bergerak melemah dan 57 lainnya bertahan stagnan.
Transaksi perdagangan saham syariah kali ini mencapai Rp 3,47 triliun dengan 35,79 miliar efek yang berpindahtangan.
Kembali dana investor ke pasar modal terlihat jelas dari pergerakan indeks saham bluechips syariah. Saham-saham yang kemarin sempat dihindari investor kini justru menjadi buruan.
Alhasil, indeks Jakarta Islamic Index (JII) melesat 13,076 poin (2,08%) ke level 641,971. Kenaikan JII didorong menguatnya harga saham dari 24 emiten unggulan syariah.
JII meninggalkan 5 emiten di zona merah dan 1 lainnya bertahan stagnan.
Perusahan barang konsumsi, UNVR memimpin daftar emiten pencetak kenaikan harga tertinggi usai naik Rp 1.500 per saham. Top gainer lainnya dihuni oleh UNTR yang naik RP 1.000, LPPF Rp 500, AALI Rp 400, dan ICBP Rp 300 per saham.
Sebaliknya, emiten tembang seperti ITMG dan INCO harus mencetak koreksi harga Rp 250 dan Rp 125 per saham.
Keberanian investor melantai di BEI juga melesatkan laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Malu-malu di awal sesi, IHSG malah menutup perdagangan dengan meroket 90,037 poin (1,91%) ke level 4,802,529.
Lantai bursa juga relatif ramai dengan aksi jual beli investor. Dana sekitar Rp 6,11 triliun mengalir ke pasar saham. Investor asing malah semakin agresif berburu saham dengan nett buy Rp 340 miliar.
Dari kawasan regional, sebagian besar indeks saham utama Asia bergerak menguat. Indeks Hang Seng dan Nikkei Jepang sore ini menguat 0,56 persen dan 0,30 persen.
Sayangnya rebound yang dicetak lantai bursa ini tak melanda pasar keuangan nasional. Menguat dollar AS membuat rupiah melemah 25 poin (0,19%) menjadi 13.483 per dollar AS.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya