BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Ada Bukti DPR Tak Pernah Bahas Pasal 18 Ayat 3 PKPU
Dua Survei, Dua Wajah Kepuasan pada Pemerintah
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya
Dream - Dibayangi laporan kinerja emiten di bawah ekspektasi, bursa saham syariah Indonesia dibuka menguat. Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) dan Jakarta Islamic Index (JII) sama-saham menanjak pelan.
Kenaikan tipis terjadi di tengah bursa saham Asia yang dibuka variatif. Indeks Shanghai Composite dan Straits Times pagi ini masih bergerak lemah.
Pada pembukaan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Jumat, 31 Juli 2015, indeks ISSI hanya menguat 0,294 poin ke level 152,255.
Meski naik tipis, ISSI masih konsisten melaju di zona hijau di awal sesi perdagangan ini. ISSI terlihat masih menanjak 1,179 poin (0,78%) ke level 153,140 hingga 20 menit perdagangan.
Dana investor sebesar 332,31 miliar telah mengangkat 68 saham syariah ke zona positif. Sisanya, 42 emiten ISSI bergerak melemah dan 45 lainnya stagnan.
Kenaikan tipis juga dicetak indeks saham bluechips syariah. Dibuka menguat 1,889 poin, indeks JII mengawali sesi perdagangan dari level 630,784.
Senada dengan ISSI, indeks JII juga terus bergerak naik. Hingga 20 menit waktu perdagangan, JII sudah menanjak 6,803 poin (1,08%) ke level 635,698.
Saham-saham kakap yag kemarin menjadi korban aksi jual kini justru berbalik menguat. UNVR tercatat masih menjadi top gainer usai menguat Rp 950. Begitu juga dengan LPPF, UNTR, ISBP, INTP, dan AALI yang mengisi pemuncak top gainer.
Sementara itu, gerak Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) jelang libur akhir pekan ini juga sedikit membaik. IHSG naik tipis 9,16 poin (0,19%) ke level 4.721,65 di sesi prapembukaan.
Memulai sesi peembukaan, IHSG kembali menguat 20,75 poin (0,44%) ke level 4.733,24.
Investor asing pagi ini masih melakukan aksi jual dngan nett buy Rp 48 miliar.
Penguatan sayangnya tak terjadi di pasar keuangan. The Fed yang membiarkan dolar AS menguat memaksa rupiah terus turun mendekati level 13.500.
Saat ini rupiah tercatat melemah 24 poin (0,18%) menjadi 13.482 per dolar AS.
Advertisement
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
