Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Bursa Efek Indonesia (sumber: Http://merdeka.com)
Dream - Bursa saham syariah akhirnya tak kuasa menahan gelombang aksi jual investor. Jatuhnya harga saham unggulan syariah mendorong pelemahan Jakarta Islamic Index (JII) dan Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI).
Bertahan dari aksi pembelian investor asing tak cukup menghilangkah keresahan pelaku pasar terhadap hasil kinerja kuartal II para penghuni bursa.
Pada penutupan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Kamis, 30 Juli 2015, ISSI merosot 0,081 poin (0,05%) ke level 151,961.
Bermunculan laporan kinerja emiten memaksa ISSI yang dibuka menguat harus mengakhiri perdagangan di zona merah.
Laju ISSI sebetulnya sempat menyentuh level tertinggi di 153,016. Namun aksi jual jelang penutupan perdagangan menyeret ISSI ke level terendah 151,795.
Dana senilai Rp 2,93 triliun yang dipakai investor untuk transaksi saham mendorong 84 emiten bergerak menguat. Namun, 101 emiten syariah lainnya tak kuasa menahan aksi jual investor.
Jatuhnya harga saham dua emiten kakap syariah juga mendorong indeks JII ditutup melemah.
Turun 0,209 poin (0,03%), indeks JII terpeleset ke zona merah di level 628,895.
Indeks JII membagi rata posisi penutupan para penghuni dengan 14 emiten mencetak penguatan. Sementara 14 lainnya bergerak melemah dan 2 emiten bertahan stagnan.
Sama dengan ISSI, indeks berisi 30 emiten kakap syariah juga sempat bertahan di zona hijau di awal sesi perdagangan. JII bahkan sempat menembus level tertinggi di 634,234.
Namun total aksi jual beli senilai Rp 1,84 triliun membuat JII sempat jatuh ke level terendah 627,363.
Bursa saham Indonesia hari ini memang tak kuat menahan tekanan aksi jual investor. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang dibuka menguat juga menutup sesi perdagangan di zona merah.
IHSG ditutup melemah 8,629 poin (0,18%) ke level 4.712,492.
Lantai bursa kali ini memutar dana investor hingga Rp 4,68 triliun dengan posisi nett buy asing Rp 286 miliar.
Dari kawasan regional, sejumlah indeks saham utama Asia juga berbalik melemah. Indeks Shanghai Composite dan Hang Seng melemah 2,20 persen dan 0,49 persen. Sebaliknya, Nikkei Jepang menanjak 1,08 persen.
Kurs rupiah sore ini juga kembali bergerak melemah. Rupiah terdepresiasi 9 poin (0,07%) menjadi 13.451 per dolar AS.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya