Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream - Di Timur Tengah, masyarakat tengah bersiap dengan kenaikan harga minyak bulan depan. Namun, ada beberapa negara justru mengalami penurunan harga minyak. Hal ini memberikan mereka kesempatan mengeluarkan uang lebih sedikit untuk dibelanjakan.
Di pasar China, Hungaria, dan Turki, harga minyak mengalami penurunan 2,2 persen hingga 3,2 persen.
Angka yang dikeluarkan GlobalPetrolPrice.com pada pekan ini menunjukkan penurunan harga tertinggi terjadi di China yaitu mencapai 3,2 persen. Hal ini karena China memangkas impor minyak yang kemudian dialihkan ke produksi dalam negeri. Dampaknya harga global pun jatuh.
Penurunan kedua terbesar adalah Hungaria yaitu sebesar 2,6 persen menjadi US$ 1,36 per liter. Begitu pun dengan konsumen di Turki yang merasakan penurunan harga minyak sebesar 2,3 persen menjadi US$ 1,69 per liter.
Di Montenegro harga turun 2,2 persen menjadi US$ 1,45 per liter. Sementara di Swiss harga minyak turun 2,1 persen menjadi US$ 1,63 per liter.
Namun, kenaikan harga terjadi di Timur Tengah karena adanya penghapusan subsidi bahan bakar. Namun, harganya masih menjadi yang termurah dibandingkan pasar Rusia, Amerika Serikat, Jerman, dan 150 negara lain.
Sebelumnya, harga BBM di Uni Emirat Arab merupakan termurah ke-15 di dunia. Namun, karena akan berlaku harga keekonomisan maka posisinya merosot ke peringkat 17. Harganya akan sedikit lebih mahal dibandingkan Bolivia (US$0,51 per liter) dan Malaysia (US$0,56 per liter).
Sementara, harga minyak di Indonesia tidak mengalami perubahan sedikitpun yaitu dengan harga jual Rp 9.800 per liter untuk BBM non-subsidi.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya