Sering Menahan Diri untuk Bicara? Kebiasaan Ini Bisa Diam-Diam Merusak Hubungan
Suka Membaca Buku? Kebiasaan Ini Bisa Turunkan Risiko Alzheimer Hingga 33 Persen Lebih Rendah
9 Cara Aneh yang Pernah Dilakukan Manusia untuk Menghindari Wabah Pes
Dengarkan Musik yang Tenang Saat Makan, Studi Ungkap Pengaruhnya pada Pilihan Makanan
3 Kebiasaan Olahraga yang Sebaiknya Mulai Dilakukan Saat Usia Paruh Baya agar Tetap Bugar
Langkah Tepat Lindungi Kulit dari Paparan Sinar UV
6 Suplemen yang Mulai Perlu Diperhatikan Saat Memasuki Usia 40-an
Jalan Secepat Apa yang Bisa Bantu Panjang Umur? Peneliti Sebut Angka Idealnya
Ilustrasi
Dream - Indonesia membuka peluang bagi impor minyak mentah langsung dari Iran. Kesempatan ini muncul setelah dua menteri Kabinet Kerja bertandang ke Iran akhir pekan lalu.
Kunjungan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Sudirman Said dan Menteri Koordinator Perekonomian Sofyan A. Djalil ini merupakan tindak lanjut diskusi Presiden RI Joko Widodo dengan Presiden Iran Hassan Rouhani pada Konferensi Asia Afrika 23 April 2015
“ Secara langsung, Sabtu, 23 Mei 2015 Menteri ESDM telah bertemu dengan Menteri Perminyakan Iran Bijan Namdar Zangeneh dan menyepakati dua hal penting,” ungkap Kepala Pusat Komunikasi Publik Kementerian ESDM Dadan Kusdiana dalam siaran pers Kementerian ESDM.
Sebagai timbal balik dari pembelian minyak mentah tersebut, pemerintah Iran memberikan kesempatan bagi Indonesia untuk terlibat dalam bisnis hulu Migas.
Selama kunjungan kerja Delegasi Indonesia ke Iran, terdapat empat agenda yang dilaksanakan secara berkelanjutan yakni Joint Commision, Bilateral MESDM dan Menteri Perminyakan Iran, Pertemuan Komite Infrastruktur dan Energi serta pertemuan teknis dengan melibatkan National Oil Company (NOC).
“ Saat joint comission, kedua negara sepakat untuk saling bekerja sama di sektor hulu migas, baik itu eksplorasi maupun eksploitasi. Lebih jauh lagi, kita akan menjajaki untuk bekerja sama dalam bidang engineering dan technical services dalam bidang kilang pengolahan minyak dan fasiltas penyimpanannya di Indonesia," kata Dadan.
Selain itu, Indonesia dan Iran juga menyepakati kerjasama di bidang peningkatan kapasitas sumber daya manusia dalam bentuk pelatihan serta pertukaran pengalaman dan keahlian di sektor migas, seperti LNG, CNG dan lainnya.
Pemerintah kedua negara juga membentuk Komite Infrastruktur dan Energi, yang berfungsi untuk mengawasi pelaksanaan butit-butir kesepakatan kerjasama.
Menurut Dadan, kerjasama antara Indonesia dan Iran seharusnya dapat berjalan dengan lancar lantaran kedua negara memiliki beberapa kesamaan fundamental yakni sebagian besar penduduknya beragama Islam.
Di samping itu, kedua negara punya kesamaan kepentingan dalam kebutuhan minyak bumi. “ Demand Indonesia terhadap minyak bumi akan semakin naik ke depan. Di sisi lain, Iran memerlukan konsumen baru untuk menyerap produksi minyak,” ujar Dadan.
Namun, hingga saat ini Indonesia dan Iran masih mengkaji bagaimana sistem pembayaran yang akan dilakukan oleh bank sentral kedua negara. Sebab, hal tersebut terkait dengan sanksi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
“ Dalam waktu dekat ini, bulan Juni, delegasi Iran akan berkuknjug ke Indonesia untuk melakukan pembicaraan lebih lanjut dan memastikan agar kerjasama ini bisa segera berjalan," pungkas Dadan.
(Ism, Laporan: Kurnia Yunita Rahayu)
Advertisement

3 Kebiasaan Olahraga yang Sebaiknya Mulai Dilakukan Saat Usia Paruh Baya agar Tetap Bugar

Dengarkan Musik yang Tenang Saat Makan, Studi Ungkap Pengaruhnya pada Pilihan Makanan

9 Cara Aneh yang Pernah Dilakukan Manusia untuk Menghindari Wabah Pes

Suka Membaca Buku? Kebiasaan Ini Bisa Turunkan Risiko Alzheimer Hingga 33 Persen Lebih Rendah

Sering Menahan Diri untuk Bicara? Kebiasaan Ini Bisa Diam-Diam Merusak Hubungan

Suka Membaca Buku? Kebiasaan Ini Bisa Turunkan Risiko Alzheimer Hingga 33 Persen Lebih Rendah

9 Cara Aneh yang Pernah Dilakukan Manusia untuk Menghindari Wabah Pes