Indonesia Bakal Gunakan Minyak Mentah Iran

Reporter : Syahid Latif
Senin, 25 Mei 2015 16:02
Indonesia Bakal Gunakan Minyak Mentah Iran
Sebagai balasannya, Iran membuka kesempatan Indonesia menggarap bisnis hulu Iran.

Dream - Indonesia membuka peluang bagi impor minyak mentah langsung dari Iran. Kesempatan ini muncul setelah dua menteri Kabinet Kerja bertandang ke Iran akhir pekan lalu.

Kunjungan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Sudirman Said dan Menteri Koordinator Perekonomian Sofyan A. Djalil ini merupakan tindak lanjut diskusi Presiden RI Joko Widodo dengan Presiden Iran Hassan Rouhani pada Konferensi Asia Afrika 23 April 2015

“ Secara langsung, Sabtu, 23 Mei 2015 Menteri ESDM telah bertemu dengan Menteri Perminyakan Iran Bijan Namdar Zangeneh dan menyepakati dua hal penting,” ungkap Kepala Pusat Komunikasi Publik Kementerian ESDM Dadan Kusdiana dalam siaran pers Kementerian ESDM.

Sebagai timbal balik dari pembelian minyak mentah tersebut, pemerintah Iran memberikan kesempatan bagi Indonesia untuk terlibat dalam bisnis hulu Migas.

Selama kunjungan kerja Delegasi Indonesia ke Iran, terdapat empat agenda yang dilaksanakan secara berkelanjutan yakni Joint Commision, Bilateral MESDM dan Menteri Perminyakan Iran, Pertemuan Komite Infrastruktur dan Energi serta pertemuan teknis dengan melibatkan National Oil Company (NOC).

“ Saat joint comission, kedua negara sepakat untuk saling bekerja sama di sektor hulu migas, baik itu eksplorasi maupun eksploitasi. Lebih jauh lagi, kita akan menjajaki untuk bekerja sama dalam bidang engineering dan technical services dalam bidang kilang pengolahan minyak dan fasiltas penyimpanannya di Indonesia," kata Dadan.

Selain itu, Indonesia dan Iran juga menyepakati kerjasama di bidang peningkatan kapasitas sumber daya manusia dalam bentuk pelatihan serta pertukaran pengalaman dan keahlian di sektor migas, seperti LNG, CNG dan lainnya.

Pemerintah kedua negara juga membentuk Komite Infrastruktur dan Energi, yang berfungsi untuk mengawasi pelaksanaan butit-butir kesepakatan kerjasama.

Menurut Dadan, kerjasama antara Indonesia dan Iran seharusnya dapat berjalan dengan lancar lantaran kedua negara memiliki beberapa kesamaan fundamental yakni sebagian besar penduduknya beragama Islam.

Di samping itu, kedua negara punya kesamaan kepentingan dalam kebutuhan minyak bumi. “ Demand Indonesia terhadap minyak bumi akan semakin naik ke depan. Di sisi lain, Iran memerlukan konsumen baru untuk menyerap produksi minyak,” ujar Dadan.

Namun, hingga saat ini Indonesia dan Iran masih mengkaji bagaimana sistem pembayaran yang akan dilakukan oleh bank sentral kedua negara. Sebab, hal tersebut terkait dengan sanksi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

“ Dalam waktu dekat ini, bulan Juni, delegasi Iran akan berkuknjug ke Indonesia untuk melakukan pembicaraan lebih lanjut dan memastikan agar kerjasama ini bisa segera berjalan," pungkas Dadan.

(Ism, Laporan: Kurnia Yunita Rahayu)

Beri Komentar