Cek Fakta: Tak Benar WHO Tetapkan Indonesia Berstatus Negara High Risk Covid-19

Reporter : Syahid Latif
Sabtu, 26 Juni 2021 21:10
Cek Fakta: Tak Benar WHO Tetapkan Indonesia Berstatus Negara High Risk Covid-19
Sahabat Dream yang memperoleh pesan berantai itu diimbau tak turut menyebarkan. Hasil penelusuran informasi dipastikan pesan tersebut tidak benar.

Dream - Di tengah upaya banyak pihak memerangi wabah Covid-19, beredar pesan berantai di aplikasi percakapan WhatsApp yang menyebutkan Indonesia ditetapkan WHO sebagai negara A1 high risk Covid-19. Pesan tersebut ramai beredar selama akhir pekan ini.

Dalam narasinya, pesan itu menyebutkan status Indonesia sama dengan India, Pakistan, Brasil, dan Filipina.

Untuk menguatkan narasinya, pesan berantai itu juga juga menautkan sebuah link yang disebutkan berasal dari dokumen WHO. Berikut isi pesan berantai itu selengkapnya:

1 dari 3 halaman

Isi Pesan yang Beredar

" BERITA TERBARU!

Secara resmi, hari ini WHO telah mendeklarasikan Indonesia sebagai negara A1 High Risk. sekarang termasuk dalam kategori yang sama dengan India, Pakistan, Brasil, Filipina, dan sejumlah negara Afrika.

Artinya, negara lain berhak menolak dan melarang siapa pun yang berasal dari Indonesia (dan negara-negara lain yang terdaftar di A1) memasuki wilayahnya.

Jumlah infeksi varian Covid meningkat drastis dalam sebulan terakhir, terutama di daerah perkotaan seperti Jakarta, Surabaya, dan Medan.

Sangat disarankan bagi semua orang untuk tetap terkurung dan menahan diri dari berkumpul dengan publik untuk menghindari penyebaran virus lebih lanjut.

Indonesian situation report yg dikeluarkan terakhir WHO tgl 23 juni

https://cdn.who.int/media/docs/default- source/searo/indonesia/covid19/external-situation-report-60_23-june- 2021.pdf?sfvrsn=15d6c3ad_5"

Cek Fakta WHO Status A1 Indonesia© Liputan6.com

Lalu benarkah pesan berantai yang mengklaim WHO mengkategorikan Indonesia sebagai negara high risk covid-19?

2 dari 3 halaman

Penelusuran Tim Cek Fakta Liputan6.com

Mengutip Cek Fakta Liputan6.com, tim menelusuri dengan membuka tautan yang disertakan dalam pesan berantai itu. Dalam tautan itu sama sekali tidak menyebutkan Indonesia sebagai negara high risk covid-19.

Laporan tersebut hanya menyertakan data terkait perkembangan situasi covid-19 di Indonesia. Seperti jumlah kasus positif, jumlah orang yang sembuh, hingga jumlah tes dan jumlah korban meninggal dunia.

Dalam laporan ini juga disebutkan provinsi yang mencatatkan kasus tertinggi dan tingkat vaksinasi. Dalam laporan berjumlah 32 halaman itu juga disebutkan rekomendasi apa saja yang harus dilakukan Pemerintah Indonesia.

Usai menggali informasi dari tautan itu, Cek Fakta Liputan6.com juga menghubungi Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung sekaligus Juru Bicara Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Siti Nadia Tarmizi. Dia menyebut isi pesan berantai itu tidak benar.

 

3 dari 3 halaman

WHO Tak Pernah Buat Kategori Negara

" Kami sudah memverifikasi informasi tersebut dan mendapatkan keterangan bahwa WHO tidak pernah membuat klasifikasi negara dengan predikat A1 dan kode lainnya. Situasi per negara dilaporkan di situational report yang diterbitkan per minggu dan dapat diakses publik," ujar dr. Nadia saat dihubungi Cek Fakta Liputan6.com, Sabtu (26/6/2021).

" Secara umum, sejak 11 Maret 2020, kondisi pandemi diumumkan WHO sebagai pernyataan bahwa seluruh dunia berkategori high risk penyebaran SARS COV 2," katanya menambahkan.

Terkait larangan untuk negara-negara tertentu juga dijelaskan bahwa hal itu merupakan tindakan yang biasa.

" Terkait aturan tentang travel ban penumpang asal negara tertentu biasanya dipraktikkan Health Quarantine atau Kantor Kesehatan Pelabuhan atau pemerintah negara tujuan. Dan ini sudah merupakan praktik umum dalam International Health Regulations sejak 2005, jadi keputusan itu adalah hak masing-masing negara sama seperti kita saat ini tidak menerima WNA dari India, Pakistan bahkan kemarin sempat juga dari Inggris," ujar dr. Nadia.

Selain itu ada juga artikel Liputan6.com berjudul " WHO Tetapkan RI A1 High Risk COVID-19? Kemenkes: WHO Tidak Buat Klasifikasi Seperti Itu" yang tayang 26 Juni 2021. Dalam artikel tersebut terdapat penjelasan dari Mantan Direktur WHO Asia Tenggara Prof Tjandra Yoga Aditama.

" Kategori itu tidak ada A1, A2, B1, B2. WHO juga tidak biasa melakukan hal seperti itu," ujar Tjandra.

" Sah-sah saja suatu negara membuat aturan tertentu seperti melarang orang masuk suatu negara itu terserah negara tersebut seperti disampaikan Tjandra. Itu keputusan negara, bukan WHO," katanya.

Beri Komentar