Rabu, 21 Oktober 2026 Cari

Cerita Hani Panik dan Takut Mati Cicipi Kopi Sianida Mirna

Reporter : Muhammad Ilman Nafi'an
Senin, 29 Agustus 2016 13:42
Cerita Hani Panik dan Takut Mati Cicipi Kopi Sianida Mirna
Hani mengaku sempat mencicipi es kopi Vietnam yang diminum Mirna di Kafe Olivier pada 6 Januari lalu.

Dream - Sahabat Wayan Mirna Salihin, Juwita Boon atau biasa disapa Hani sempat panik sesaat setelah temannya meninggal dunia. Ini lantaran Hani mengaku sempat mencicipi es kopi Vietnam yang diminum Mirna di Kafe Olivier pada 6 Januari lalu.

Pernyataan Hani tersebut disampaikan oleh dokter RS Abdi Waluyo yang menangani Mirna, dr Ardianto. Dia mengatakan hal itu pada sidang kasus kopi bersianida dengan terdakwa Jessica Kumala Wongso.

" Dia (Hani) panik dan tanya, 'Saya bisa mati juga nggak, Dok?' Karena dia mengaku minum di gelas yang sama," kata Ardianto di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Senin, 29 Agustus 2016.

Ardianto berusaha menenangkan Hani dengan memintanya berbaring di ranjang di ruang emergency. Dia lalu meminta perawat untuk memeriksa kondisi kesehatan Hani.

Seperti diketahui, Mirna meninggal dunia setelah meminum es kopi Vietnam yang diduga mengandung rancun sianida. Apabila terbukti sebagai pembunuh Mirna, Jessica terancam Pasal 340 KUHP tentang Pembunuhan Berencana. (Sah)

 

1 dari 3 halaman

Misteri Sedotan dalam Kopi Sianida Mirna Terkuak?

Misteri Sedotan dalam Kopi Sianida Mirna Terkuak? © Dream

Dream - Misteri sebuah sedotan yang diduga dipakai sebagai perantara sianida dalam kasus pembunuhan Wayan Mirna Salihin perlahan terkuak. Tim penyidik menemukan indikasi sebuah gambar yang menunjukan sedotan tersebut. 

Hal ini terungkap dalam persidangan kasus Kopi Bersianida yang menghadirkan tersangka Jessica Wongso di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, kemarin.

Christoper Ari Mardianto yang hadir sebagai ahli IT dalam kasus tersebut mengungkapkan dalam rekaman CCTV yang dianalisanya, terlihat gelas kopi yang diminum korban dibawa ke dapur oleh pegawai kafe saat Mirna mengalami kejang-kejang.

" Ada tiga pegawai di dapur, masing-masing mencium bau kopi tersebut. salah satunya mencicipi dan langsung meludah di wastafle," kata Ari.

Berdasarkan dari rekaman CCTV tersebut, sedotan yang digunakan Mirna untuk menyeruput kopi Vietnam di Cafe Olivier terlihat berada di sink (lubang saluran air) yang berada di dapur beserta gelas yang dibawa oleh pelayan cafe.

" Kalau bapak lihat garis hitam di sink itu, itulah sedotannya. Setelah sedotan berada sink, tak lama kemudian sedotan itu hilang," kata dia.

Cara Ahli IT Bekerja...

 

2 dari 3 halaman

Cara Ahli Forensik Kuak CCTV Kasus `Kopi Sianida`

Cara Ahli Forensik Kuak CCTV Kasus `Kopi Sianida` © Dream

Dream - Ahli IT Christoper Ari Mardianto mengaku pernah mengalanisis hasil rekaman CCTV peristiwa tewasnya Wayan Mirna Salihin di Kafe Olivier. Dia menggunakan beberapa metode dalam menganalisis rekaman tersebut.

Ari mengatakan sebelum menjalankan analisis, terlebih dulu dia melakukan verifikasi file yang ada pada flashdisk yang diterimanya.

" Sebelum lakukan analisis, saya lakukan verifikasi, jenisnya MD5 dan SHA1," kata Ari dalam kesaksiannya di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat kemarin.

Pemegang sertifikat Computer Hacking Forensik Investigator itu berujar, setelah melakukan verifikasi barulah ia melakukan analisis. Ini untuk membantu dalam pengungkapan kasus ini.

" Saya gunakan metode hash verification, metadata dan frame, Histogram Analisys, Error Level Analisys (image)," ucap dia.

Selanjutnya Ari menerangkan metode Metadata berfungsi untuk menunjukkan properti-properti dari suatu file. Ini untuk mencocokkan antara jumlah frame dan durasi yang ada dalam video.

 

3 dari 3 halaman

Temuan Enam Bukti Kopi Sianida di Tubuh Mirna

Temuan Enam Bukti Kopi Sianida di Tubuh Mirna © Dream

Dream - Hasil Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Mabes Polri menyebutkan, kopi yang diminum Wayan Mirna Salihin positif mengandung sianida.

Sekretaris Puslabfor Polri Komisaris Besar Polisi Hudi Suryanto menjelaskan, ada enam barang bukti yang dianalisa terkait kasus kopi Mirna.

Pertama dari gelas sisa cairan kopi, botol berisi sisa kopi gelas pertama dan dipisahkan ke gelas lain. Kemudian botol berisi kopi yang ada di kafe, hasil autopsi serta dua buah alat suntik berisi air seni.

Dijelaskan Hudi, dari sampel kopi di gelas yang diminum Mirna, serta sampel kopi milik kafe dari botol yang dituangkan ke kopi Mirna, hasilnya berbeda terkait kandungan Sianida.

" Kopi yang berasal dari sampel kopi yang diminum Mirna hasilnya positif mengandung sianida. Sedangkan sampel kopi dari botol yang dituangkan ke kopi Mirna hasilnya negatif dari sianida," kata Hudi.

Sementara itu, untuk hasil analisa lambung jenazah Mirna, Puslabfor juga menemukan kandungan sianida. Berdasarkan hasil-hasil inilah polisi meningkatkan status kasus kopi beracun ini menjadi penyidikan.

Adapun metoda yang digunakan Puslabfor adalah Conway microdifusion, Guizett test, Gcms, Lcmsms, Tes Semi Kuantitatif Sianida, Tes Pikrat Paper, Tes Kit Arsen, Kadar keasaman dan Ion chromatography, sehingga hasilnya akurat. (Ism)

 
Beri Komentar