Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream - Sahabat Wayan Mirna Salihin, Juwita Boon atau biasa disapa Hani sempat panik sesaat setelah temannya meninggal dunia. Ini lantaran Hani mengaku sempat mencicipi es kopi Vietnam yang diminum Mirna di Kafe Olivier pada 6 Januari lalu.
Pernyataan Hani tersebut disampaikan oleh dokter RS Abdi Waluyo yang menangani Mirna, dr Ardianto. Dia mengatakan hal itu pada sidang kasus kopi bersianida dengan terdakwa Jessica Kumala Wongso.
" Dia (Hani) panik dan tanya, 'Saya bisa mati juga nggak, Dok?' Karena dia mengaku minum di gelas yang sama," kata Ardianto di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Senin, 29 Agustus 2016.
Ardianto berusaha menenangkan Hani dengan memintanya berbaring di ranjang di ruang emergency. Dia lalu meminta perawat untuk memeriksa kondisi kesehatan Hani.
Seperti diketahui, Mirna meninggal dunia setelah meminum es kopi Vietnam yang diduga mengandung rancun sianida. Apabila terbukti sebagai pembunuh Mirna, Jessica terancam Pasal 340 KUHP tentang Pembunuhan Berencana. (Sah)
© Dream
Dream - Misteri sebuah sedotan yang diduga dipakai sebagai perantara sianida dalam kasus pembunuhan Wayan Mirna Salihin perlahan terkuak. Tim penyidik menemukan indikasi sebuah gambar yang menunjukan sedotan tersebut.
Hal ini terungkap dalam persidangan kasus Kopi Bersianida yang menghadirkan tersangka Jessica Wongso di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, kemarin.
Christoper Ari Mardianto yang hadir sebagai ahli IT dalam kasus tersebut mengungkapkan dalam rekaman CCTV yang dianalisanya, terlihat gelas kopi yang diminum korban dibawa ke dapur oleh pegawai kafe saat Mirna mengalami kejang-kejang.
" Ada tiga pegawai di dapur, masing-masing mencium bau kopi tersebut. salah satunya mencicipi dan langsung meludah di wastafle," kata Ari.
Berdasarkan dari rekaman CCTV tersebut, sedotan yang digunakan Mirna untuk menyeruput kopi Vietnam di Cafe Olivier terlihat berada di sink (lubang saluran air) yang berada di dapur beserta gelas yang dibawa oleh pelayan cafe.
" Kalau bapak lihat garis hitam di sink itu, itulah sedotannya. Setelah sedotan berada sink, tak lama kemudian sedotan itu hilang," kata dia.
Cara Ahli IT Bekerja...
© Dream
Dream - Ahli IT Christoper Ari Mardianto mengaku pernah mengalanisis hasil rekaman CCTV peristiwa tewasnya Wayan Mirna Salihin di Kafe Olivier. Dia menggunakan beberapa metode dalam menganalisis rekaman tersebut.
Ari mengatakan sebelum menjalankan analisis, terlebih dulu dia melakukan verifikasi file yang ada pada flashdisk yang diterimanya.
" Sebelum lakukan analisis, saya lakukan verifikasi, jenisnya MD5 dan SHA1," kata Ari dalam kesaksiannya di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat kemarin.
Pemegang sertifikat Computer Hacking Forensik Investigator itu berujar, setelah melakukan verifikasi barulah ia melakukan analisis. Ini untuk membantu dalam pengungkapan kasus ini.
" Saya gunakan metode hash verification, metadata dan frame, Histogram Analisys, Error Level Analisys (image)," ucap dia.
Selanjutnya Ari menerangkan metode Metadata berfungsi untuk menunjukkan properti-properti dari suatu file. Ini untuk mencocokkan antara jumlah frame dan durasi yang ada dalam video.
© Dream
Dream - Hasil Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Mabes Polri menyebutkan, kopi yang diminum Wayan Mirna Salihin positif mengandung sianida.
Sekretaris Puslabfor Polri Komisaris Besar Polisi Hudi Suryanto menjelaskan, ada enam barang bukti yang dianalisa terkait kasus kopi Mirna.
Pertama dari gelas sisa cairan kopi, botol berisi sisa kopi gelas pertama dan dipisahkan ke gelas lain. Kemudian botol berisi kopi yang ada di kafe, hasil autopsi serta dua buah alat suntik berisi air seni.
Dijelaskan Hudi, dari sampel kopi di gelas yang diminum Mirna, serta sampel kopi milik kafe dari botol yang dituangkan ke kopi Mirna, hasilnya berbeda terkait kandungan Sianida.
" Kopi yang berasal dari sampel kopi yang diminum Mirna hasilnya positif mengandung sianida. Sedangkan sampel kopi dari botol yang dituangkan ke kopi Mirna hasilnya negatif dari sianida," kata Hudi.
Sementara itu, untuk hasil analisa lambung jenazah Mirna, Puslabfor juga menemukan kandungan sianida. Berdasarkan hasil-hasil inilah polisi meningkatkan status kasus kopi beracun ini menjadi penyidikan.
Adapun metoda yang digunakan Puslabfor adalah Conway microdifusion, Guizett test, Gcms, Lcmsms, Tes Semi Kuantitatif Sianida, Tes Pikrat Paper, Tes Kit Arsen, Kadar keasaman dan Ion chromatography, sehingga hasilnya akurat. (Ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya