Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kisah Ayah Dan Anak Korban Perang Di Suriah, Saling Berbagi Roti (Sumber: Viral4real)
Dream - Setelah bertahun-tahun perang, Suriah hancur. Warganya yang masih hidup harus berjuang untuk bertahan. Banyak keluarga bahkan makan rumput dan kotoran hanya untuk bertahan hidup.
Mendapat sepotong roti untuk hari ini sudah merupakan berkah yang luar biasa.
Orang tua yang mampu menyediakan makanan untuk anak-anak mereka di tengah-tengah perang tahu betul betapa sulitnya untuk mendapatkan satu gigitan roti.
Seperti seorang ayah dalam gambar di atas yang langsung menangis karena hanya bisa menyediakan sepotong roti untuk anaknya. Foto dia memberi anaknya sepotong roti lusuh telah menjadi viral dan membuat jutaan netizen terharu saat melihatnya.
Dia berusaha keras mencarikan roti untuk anaknya yang masih kecil , bahkan jika itu berarti dia tidak makan apa-apa.

Dia menangis saat memberikan sepotong roti kepada anaknya. Tahu kesedihan ayahnya, anak itu kemudian mengulurkan tangan untuk menghibur ayahnya yang bercucuran air mata.
Jutaan netizen merasa tersentuh oleh foto tersebut, yang telah dibagikan lebih dari 50.000 kali di halaman Facebook PhotoZone.
© Dream
Dream - Badannya penuh debu dan kotoran, bahkan darah mengalir deras dari kepalanya, hebatnya anak laki-laki ini tidak menangis sedikitpun. Namanya Omran Daqneesh, ia terlihat duduk di dalam ambulans menunggu pertolongan tim medis.
Usia Omran baru 5 tahun, ia menjadi korban kekejaman perang di negaranya, Suriah. Rumahnya hancur akibat serangan udara di kota Allepo. Beruntung, Omran bersama keluarganya selamat dari serangan ini. Dalam serangan ini tiga orang tewas dan 12 lainnya terluka.
Perperangan yang terjadi antara pemerintah yang didukung serangan udara Suriah, dan pemberontak meningkat di Aleppo. Serangan ini menyebabkan ratusan orang tidak berdosa tewas.
Omran terlihat sesekali mengusap darah yang mengalir dari kepalanya, meklihat darah yang mengalir, ia tidak menangis.
" Dia hanya terlihat shock," kata juru bicara aktivis Aleppo Media Center.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya