Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Presiden Turki Tayyip Erdogan Memberi Sambutan Untuk Pendukungnya Di Ankara, Turki, Rabu, 10 Agustus 2016. (ANTARA FOTO/Kayhan Ozer)
Dream - Dua mahasiswi asal Indonesia, Dwi Puspita Ari Wijayanti dan Yumelda Ulan Afrilian, yang ditahan aparat keamanan Turki, akhirnya dibebaskan. Mereka dinyatakan tidak terbukti memiliki kaitan dengan kelompok Hizmet/FETO yang diduga mendalangi kudeta 15 Juli 2016 yang gagal.
Dwi Puspita dan Yumelda diserahkan ke pejabat konsuler Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) yang datang ke kota Bursah. Menurut Duta Besar Republik Indonesia untuk Turki, Wardana, dua mahasiswi tersebut saat ini telah berada di rumah dinasnya.
" Mereka dalam keadaan sehat meski tampak kelelahan. Keduanya sudah sempat berbicara langsung dengan orang tua masing-masing melalui telepon" , ujar Wardana melalui keterangan tertulis yang diterima Dream, Jumat 26 agustus 2016.
Dwi Puspita dan Yumelda Ulan ditangkap oleh otoritas keamanan Turki pada 11 Agustus 2016 di sebuah rumah yang dikelola oleh Yayasan Pasiad. Awalnya, mereka bukan target penangkapan, namun karena berada serumah dengan anggota Pasiad yang diburu pemerintah Recep Tayyip Erdogan, mereka akhirnya turut diciduk.
Pemerintah, melalui Menteri Luar Negeri, Retno Marsudi, langsung merespons dugaan keterlibatan dua mahasiswi itu dalam proses kudeta Turki. Dia melakukan pembicaraan melalui telepon dengan Menlu Turki.
Pascakudeta gagal di Turki, KBRI terus menyampaikan himbauan agar para pelajar WNI lebih berhati-hati dan menghindari kontak dengan anggota yang terafiliasi ke ulama Ferhulah Gullen.
Selain itu, KBRI terus berkomunikasi dengan pemerintah Turki untuk memastikan keselamatan seluruh WNI di Turki, khususnya para pelajar penerima beasiswa Pasiad.
Hingga saat ini sekitar 35 pelajar penerima beasiswa Pasiad ditampung di kediaman Duta Besar RI Ankara. Selain alasan keamanan, para WNI ditampung karena mereka sudah tidak lagi menerima uang beasiswa dari Yayasan Pasiad.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya