Sensasi Plesir ke Pulau 'Uang Seribu Rupiah'

Reporter : Sandy Mahaputra
Kamis, 11 Juni 2015 11:15
Sensasi Plesir ke Pulau 'Uang Seribu Rupiah'
Pemandangan di sana menghipnotis panca indra. Mungkin Anda tak percaya sedang berada di Indonesia.

Dream - Pernah lihat gambar dua pulau yang ada di uang pecahan seribu rupiah? kedua pulau itu adalah Pulau Tidore dan Pulau Maitara.

Sebagian orang menyebut dua pulau yang tercetak di lembaran uang itu diabadikan dari balkon sebuah restoran bernama Floridas. Restoran ini berada di kawasan Ngade yang lokasinya di tepian jurang dekat pantai di Pulau Ternate.

Versi lain mengatakan sudut pengambilan gambar tersebut ada di kawasan Gambesi, di seputaran bangunan kampus Universitas Sultan Khairun.

Penasaran? Nah, Dream mengajak Anda menyusuri salah satu di antaranya, Pulau Tidore.

Untuk sampai ke Tidore, Anda harus terlebih dahulu menempuh penerbangan ke Ternate. Dari Jakarta, kota yang memiliki bandara bernama Sultan Baabullah ini bisa dicapai dengan perjalanan udara selama kurang lebih 3 hingga 4 jam. Namun sebelumnya Anda harus singgah terlebih dahulu di Kota Makassar.

Dari Ternate perjalanan dilanjutkan menuju Pulau Tidore. Selama perjalanan menyisir jalan raya Kota Ternate menuju Tidore, mata akan dimanjakan oleh panorama pesisir yang indah.

Untuk menuju Tidore cukup mudah dan terjangkau. Dari Kota Ternate hanya butuh waktu sekitar 10 sampai 15 menit menuju Pelabuhan bernama Bastiong.

Dengan penyeberangan menggunakan speed boat, Anda akan diajak menuju Pelabuhan Rum Tidore. Tarifnya pun relatif murah. Hanya Rp10.000 per orang dengan waktu tempuh sekitar 5 menit saja. Pelabuhan Bastiong cukup ramai karena terletak di dekat pasar.

Kapasitas maksimum speed boat yang menjalani rute Bastiong – Rum biasanya 16 orang penumpang, terkadang bisa 20 orang.

Bila Anda khawatir akan keselamatan perjalanan, sebaiknya menghindari boat bermuatan lebih dari 16 orang, ditambah lagi di waktu-waktu tertentu ombak di perairan Ternate terkadang sedikit 'galak' bagi yang belum terbiasa.

Perjalanan yang cukup panjang. Namun dalam perjalanan Bastiong menuju Rum inilah Anda dapat menyaksikan langsung dua pulau di lembaran uang seribu melalui jendela speed boat.

Tiba di Tidore, Anda akan menemukan suasana yang jauh dari kemacetan ataupun hiruk-pikuk kendaraan. Dermaga yang sederhana dan masyarakatnya yang ramah siap menyambut kedatangan Anda.

Namun di siang hari, udara di Tidore memang cukup terik. Tak heran memang mengingat Maluku Utara merupakan salah satu provinsi yang dilintasi garis khatulistiwa. Menjadikan cuaca di sini sedikit lebih ekstrem dibandingkan provinsi lainnya di Indonesia.

Namun, rasa lelah dan panas selama perjalanan dijamin akan terbayar lunas begitu Anda menyaksikan keindahan alamnya.

Tidore memiliki sejarah masa lalu yang penuh kejayaan. Saking besarnya, kerajaan Tidore memiliki daerah kekuasaan hingga ke Papua Barat. Tak kalah dengan sejarah masa lalunya yang memukau, Tidore pun menyimpan potensi alam yang luar biasa mengagumkan.

Salah satu desa di Tidore bahkan sempat dinobatkan sebagai desa terbersih di seluruh Indonesia. Desa itu bernama Gura Bunga.

Tak seperti kawasan pesisir yang panas menyengat, Gura Bunga yang berada di lereng Kei (Gunung) Matubu bercuaca sejuk. Desa yang berwarna-warni oleh tanaman bunganya ini juga masih sarat dengan kearifan lokal yang menarik.

Beralih dari Desa Gura Bunga, Tidore juga memiliki Benteng Tore. Batu-batu tersusun apik dengan dengan rerumputan di sekelilingnya.

Sisa-sisa bangunan di tiap sudut tempat ini menjadi bukti sejarah kekuasaan Portugis di Tidore pada masa lalu. Untuk menuju benteng ini, ratusan anak tangga harus terlebih dahulu dilewati. Dari atas Benteng Tore, kita dapat menyaksikan lanskap Kota Tidore yang menghipnotis panca indra.

(Laporan: Puri Yuanita)

Beri Komentar