Selasa, 20 Oktober 2026 Cari

Setelah Aljazair Kini Bangladesh Laporkan Kasus MERS Pertama

Reporter : Ervina
Senin, 16 Juni 2014 11:34
Setelah Aljazair Kini Bangladesh Laporkan Kasus MERS Pertama
Pria berusia 53 tahun sebelumnya baru kembali dari Amerika Serikat dan sempat transit sesaat di Abu Dhabi. Pria penderita MERS pertama di Bangladesh itu dalam pengawasan intensif.

Dream - Kasus Sindrom Pernafasan Timur Tengah (MERS) kembali ditemukan. Kali ini pemerintah Bangladesh melaporkan tentang korban pertama yang positif terinfeksi virus corona di negeri itu. Minggu waktu setempat, pemerintah melansir bahwa seorang pria paruh baya positif mengidap MERS.

Lelaki berusia 53 tahun itu dilaporkan baru kembali dari Amerika Serikat dan sempat transit sesaat di Abu Dhabi. Saat ini pria yang menjadi penderita MERS pertama di Bangladesh itu tengah dalam proses pengawasan intensif para petugas medis.

" Kemungkinan besar, ia terinfeksi virus corona saat transit sesaat di Abu Dhabi dalam perjalanan kembali dari Amerika Serikat," kata Mahmudur Rahman, perwakilan Indsitute of Epidemiologi, Pengendalian dan Penelitian Penyakit kepada Reuters.

Sejak pertama kali diketahui menginfeksi manusia pada tahun 2012, hingga kini korban meninggal dunia akibat MERS terus bertambah. Lebih dari 800 orang di seluruh dunia dilaporkan terinfeksi dan 310 diantaranya meninggal dunia.

Pekan lalu kasus kematian akibat MERS pertama kali dilaporkan oleh pemerintah Aljazair. Mayoritas kasus MERS ditemukan di Arab Saudi dan dengan cepat meluas ke kawasan Timur Tengah, Asia, Eropa dan Amerika Serikat.

MERS menyebabkan ganggunan pernafasan dengan gejala menyerupai wabah sindrom pernafasan akut (SARS) yang sempat merebak pada tahun 2003. Yang membedakannya adalah tingkat kematian akibat MERS mencapai 40 persen, lebih besar dari SARS.

Unta diduga mejadi hewan utama penyebaran virus corona ke manusia. Sedangkan penularan dari manusia ke manusia hingga kini masih diteliti.

Beri Komentar