Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Turki Larang Iklan Miras (http://frenchtwistdc.com)
Dream - Pemerintah Turki melarang segala bentuk iklan minuman beralkohol di negaranya. Mulai saat ini, siapa pun yang menunjukkan logo dari merek minuman beralkohol akan mendapat hukuman.
Larangan ini mulai berlaku sejak Rabu 11 Juni 2014. Pemerintah Turki memperketat perdagangan minuman keras dengan alasan berdampak buruk pada kesehatan manusia.
Pemerintahan Perdana Menteri Recep Tayyip Erdogan telah melakukan sosialisasi aturan dalam undang-undang alkohol itu sejak September tahun lalu. Sejak itu, penjualan minuman beralkohol diperketat. Hanya sepuluh jam di malam hari dan enam jam di pagi hari.
Sekarang, penerapan aturan itu sudah masuk ke tahap berikutnya. Di mana toko, restoran, pub, dan supermarket, tak boleh menampilkan logo merek dagang minuman beralkohol. Logo merek dagang itu harus dicopot, apapun bentuknya.
Tak hanya kedai-kedai yang dilarang menampilkan iklan. Pabrik dan perkebunan anggur juga dilarang menjadi sponsor sebuah kegiatan. Jadi, jangan harap bisa melihat lagi logo merek anggur maupun minuman beralkohol lagi di tempat-tempat umum, semisal di stadion sepakbola.
Bagi yang melanggar aturan itu, hukuman berat akan diberlakukan. Pemerintah Turki mengenakan denda setengah juta lira atau sekitar Rp 2,8 miliar kepada para pelanggar. Pemerintah Turki tetap menerapkan aturan ini meski dikeluhkan para pedagang.
Sumber : Eurasianet.org
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya