Color Analysis, Cara Memilih Warna Pakaian agar Penampilan Lebih Menonjol
8 Kebiasaan yang Diam-Diam Bisa Merusak Kesehatan Jantung Menurut Ahli
5 Negara Paling Beragam Secara Etnis di Dunia, Nomor 1 Punya Lebih dari 800 Bahasa
8 Kombinasi Makanan yang Bisa Membantu Tubuh Menyerap Lebih Banyak Nutrisi
5 Kebiasaan Setelah Makan Malam yang Bisa Membantu Menjaga Gula Darah Semalaman
Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO
BNI Masuk Top 4 BUMN dengan Layanan Terbaik
Sering Merasa Tidak Cocok Bergaul? Bisa Jadi Ini Penyebab yang Jarang Disadari
Tampilan Stasiun Tanah Abang Baru/ Foto: Dok. KAI
DREAM.CO.ID - Stasiun Tanah Abang yang selama ini dikenal sebagai simpul tersibuk di Jakarta kini resmi beroperasi dengan wajah baru. Peresmian dilakukan Selasa, 4 November 2025 oleh Presiden Prabowo Subianto. Sebelumnya Presiden menjajal perjalanan KRL dari Stasiun Manggarai menuju Tanah Abang.
Faktanya, stasiun baru ini sudah beroperasi sejak Juni 2025, namun baru diresmikan setelah seluruh fasilitas pendukung dan sistem integrasi antarmoda dinyatakan siap digunakan.
Revitalisasi besar-besaran ini membawa perubahan signifikan. Bangunan utama stasiun kini memiliki luas sekitar 23 ribu meter persegi di atas lahan 3,1 hektare, dengan empat peron dan enam jalur yang bisa menampung rangkaian 12 gerbong.
Hasilnya, kapasitas stasiun melonjak dari semula 141 ribu menjadi 380 ribu pengguna per hari. Bagi warga Jakarta dan sekitarnya yang bergantung pada KRL, ini berarti arus penumpang bisa jauh lebih lancar, terutama di jam sibuk pagi dan sore.
“ Stasiun Tanah Abang Baru adalah simbol transformasi layanan publik. Desainnya mengutamakan efisiensi pergerakan pelanggan, memperkuat konektivitas antarmoda, serta mendukung pertumbuhan kawasan berorientasi transit," kata Direktur Utama PT KAI Bobby Rasyidin dalam siaran persnya.
Stasiun ini melayani empat lintas utama KRL, yaitu Kampung Bandan, Rangkasbitung, Duri–Tangerang, dan Manggarai–Bogor–Cikarang (termasuk Bekasi). Data KAI menunjukkan, sejak beroperasi bertahap pada Juni 2025, lebih dari 210 ribu penumpang naik-turun dan transit di Tanah Abang setiap harinya. Ini setara dengan 22% dari total pengguna KRL Jabodetabek.

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyebut pengembangan stasiun ini bukan hanya soal fisik, tapi juga soal pengalaman pengguna. “ Stasiun Tanah Abang merupakan salah satu stasiun dengan intensitas tertinggi di Jabodetabek. Pengembangannya menjadi kebutuhan strategis untuk memperkuat konsep kawasan berorientasi transit yang aman, nyaman, dan inklusif,” katanya.
Proyek ini belum berhenti di sini. Tahap kedua akan dimulai pada 2027 dengan fokus pada peningkatan aksesibilitas, termasuk penambahan lift, pelebaran concourse peron, dan fasilitas ramah disabilitas.
Kementerian Perhubungan juga menargetkan peningkatan frekuensi lintas Tanah Abang–Serpong–Rangkasbitung menjadi setiap 4–6 menit untuk mempercepat arus mobilitas.

Bobby menambahkan bahwa dukungan KAI Commuter menjadi bagian penting dari ekosistem ini. “ Melalui KAI Commuter, kami menjalankan 1.141 frekuensi perjalanan setiap hari. Hadirnya stasiun baru ini akan memperkuat integrasi antarmoda di kawasan pusat kota Jakarta," ujarnya.
Advertisement
Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI

Tandyo Budi Revita: Petarung dari Pajang di Pucuk TNI AD

Limbah Makanan di Indonesia Sangat Tinggi, Pastikan Lakukan 5 Hal Ini di Rumah

IHSG Dibuka Menguat ke Level 5.940 di Tengah Aksi Hati-Hati Investor


Sering Lewatkan Sarapan? Kebiasaan Ini Diduga Bisa Meningkatkan Risiko Tekanan Darah Tinggi

Makan Malam Jam Berapa agar Metabolisme Tetap Sehat dan Tidur Lebih Nyenyak? Ini Kata Penelitian

Mengenal Aroma Parfum: Apa Arti Oud, Musk, Amber, hingga Vetiver dalam Bahasa Indonesia?

8 Kebiasaan di Dapur yang Diam-Diam Bisa Membahayakan Kesehatan, Nomor 1 Sering Dilakukan

Color Analysis, Cara Memilih Warna Pakaian agar Penampilan Lebih Menonjol

8 Kebiasaan yang Diam-Diam Bisa Merusak Kesehatan Jantung Menurut Ahli

5 Negara Paling Beragam Secara Etnis di Dunia, Nomor 1 Punya Lebih dari 800 Bahasa