Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Mendikbud Nadiem Anwar Makarim Bersilaturahmi Ke PBNU (Merdeka.com)
Dream - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Anwar Makarim, berkunjung ke kantor Pengurus Besar Nahdlatul Ulama. Berkunjung pada Rabu, 12 Agustus 2020 sore, Nadiem bersilaturahmi dengan Rais Aam PBNU KH Miftahul Akhyar pada Rabu, 12 Agustus 2020 sore.
" Saya bersilaturahmi dengan beliau untuk mohon doa restu dalam menghadapi tugas-tugas berat," ujar Nadiem, dikutip dari Merdeka.com.
Nadiem juga menyampaikan terima kasih atas dukungan yang selama ini telah diberikan PBNU dalam membantu pendidikan di Indonesia.
" Semoga Program Organisasi Penggerak (POP) dapat berjalan dengan baik dan terus berkembang lebih baik lagi," kata Nadiem.
Nadiem juga menjelaskan pihaknya akhirnya memutuskan untuk memulai POP pada Januari 2021. Ini agar program dapat leluasa dijalankan dan mendapatkan hasil maksimal.
Dalam pertemuan itu pula, Nadiem juga menjelaskan garis besar reformasi pendidikan yang sedang disiapkan institusinya. Seperti merdeka belajar dan seluruh penjabarannya.
Pada kesempatan tersebut, Kiai Ahyar memberikan arahan NU harus terus bekerja sama dengan Kemendikbud. Ini karena menyangkut masa depan anak-anak dan Bangsa Indonesia.
" Maka NU wajib terus melibatkan diri dan menyertai program-program Kemendikbud, lebih-lebih lagi dalam upaya-upaya perbaikan dan pembaharuan, termasuk Program Organisasi Penggerak (POP)," kata dia.
Melalui kerja sama yang erat, NU dapat turut mengevaluasi dan mengkritisi kebijakan Kemendikbud demi kemaslahatan bersama. Kiai Akhyar juga menekankan pentingnya sikap objektif dan terbuka.
" Apa pun yang baik harus kita terima dan kita adopsi. Karena hikmah, yaitu ilmu dan gagasan-gagasan yang baik dan mulia, diibaratkan laksana barang yang tercecer bagi orang beriman. Dimana pun kita menemukannya, kita harus mengambilnya," kata Kiai Akhyar.
Sumber: Merdeka.com/Dedi Rahmadi.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya