Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Gunung Sinabung (Foto: Liputan6.com)
Dream - Gunung Sinabung di Sumatera Utara kembali erupsi pada Kamis 13 Agustus 2020, pukul 06.07 WIB tadi.
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, Badan Geologi, Kementerian ESDM menginformasikan, tinggi kolom abunya mencapai 1.000 meter di atas puncak Gunung Sinabung.
" Terjadi erupsi G Sinabung, Sumatera Utara pada 13 Agustus 2020 pukul 06.07 WIB dengan tinggi kolom abu teramati ± 1.000 m di atas puncak (± 3.460 m di atas permukaan laut)," info Pos Pengamatan Gunungapi Sinabung, PVMBG, Badan Geologi, KESDM dikutip dari Liputan6.com.
Erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimal 15 mm dan durasi 11 menit 59 detik.
Kolom abu erupsi Gunung Sinabung teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal condong ke arah timur, tenggara dan selatan.
PVMBG memastikan, status Gunung Sinabung masih berada pada Status Level III (Siaga).
PVMBG meminta masyarakat dan wisatawan agar tidak melakukan aktivitas di desa-desa yang sudah direlokasi. Juga di lokasi dalam radius 3 km dari puncak Gunung Sinabung, serta radius 5 km untuk sektor selatan-timur dan 4 km di timur-utara.
Jika terjadi hujan abu, masyarakat diimbau memakai masker bila keluar rumah untuk mengurangi dampak kesehatan dari abu vulkanik.
" Mengamankan sarana air bersih serta membersihkan atap rumah dari abu vulkanik yang lebat agar tidak roboh," pinta PVMBG.
Mereka pun meminta masyarakat yang berada dan bermukim di dekat sungai-sungai yang berhulu di Gunung Sinabung agar tetap waspada terhadap bahaya lahar.
Dream - Gunung Sinabung sekurangnya sudah dua kali erupsi pada Senin 10 Agustus 2020. Debu vulkanik menutupi sejumlah kawasan dan mengancam pertanian warga sekitar.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karo, Natanail Perangin-angin, memaparkan sekurangnya tiga kecamatan terdampak langsung erupsi ini, yakni Naman Teran, Merdeka dan Berastagi. Bukan hanya debu, di beberapa kawasan juga dilaporkan terjadi hujan pasir.
“ Kita dapatkan informasi, beberapa desa di Kecamatan Merdeka ada hujan pasir,” kata Natanail.
Dia menegaskan belum ada evakuasi warga menyusul dua erupsi ini. Aparat pemerintahan setempat, TNI dan Polri terus berkoordinasi untuk membersihkan zona-zona terpapar debu erupsi ini. Mereka mengerahkan mobil pemadam kebakaran ke lokasi untuk melakukan pembersihan. Di beberapa titik ketebalan abu mencapai 4 Cm.
" Kita kerahkan damkar ke lokasi untuk membersihkan jalur utama dan fasilitas umum. Ada 7 unit armada yang kita turunkan, nanti ada bantuan 2 unit dari provinsi," jelas Natanail.
Sementara, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Karo, Metehsa Purba, menyebut hampir seribu hektare lahan pertanian di Kecamatan Merdeka, Naman Teran, dan Berastagi, terdampak abu vulkanik Gunung Sinabung.
" Yang terdampak lebih dari 900 hektare. Paling parah Kecamatan Naman Teran. Ada juga Kecamatan Simpang Empat, dan Berastagi, tapi tidak terlalu parah," kata Metehsa.
Abu vulkanis dari erupsi Gunung Sinabung ini juga dikhawatirkan menyebabkan gagal panen, terutama tanaman sayur-mayur, di kawasan itu.
" Produktivitasnya menurun, karena kerusakannya sampai 85 persen," ungkapnya.
Hari ini sekurangnya terjadi 2 kali erupsi Gunung Sinabung. Pos Pantau Gunung Sinabung, PVMBG Badan Geologi Kementerian ESDM melansir data erupsi pertama terjadi pada pukul 10.16 Wib dengan tinggi kolom abu mencapai 5.000 meter.
“ Yang kedua pukul 11.17 Wib dengan tinggi kolom 2.000 meter. Arah angin masih ke timur dan tenggara. Gempa tremor dan gempa vulkaniknya masih tinggi, potensi erupsi masih ada,” jelas Armen Putra, Kepala Pos Pengamatan Gunung Api Sinabung.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya