Derita Wanita Rohingya Korban Kekejaman Militer

Reporter : Ahmad Baiquni
Rabu, 18 Oktober 2017 11:01
Derita Wanita Rohingya Korban Kekejaman Militer
Kaum wanita Rohingya menjadi korban pelecehan seksual militer Myanmar.

Dream - Diburu dan menjadi korban perkosaan oleh tentara Myanmar merupakan penderitaan yang selalu membayangi wanita etnis Rohingya. Bahkan, mereka sampai meninggal lantaran dibunuh setelah diperkosa.

Hal serupa juga dialami Shn, 25 tahun. Wanita itu diperkosa oleh lima orang tentara Myanmar ketika desanya diserang.

" Desa saya dibakar, sementara saya tidak bisa keluar dari Myanmar. Saya diperkosa dan setelah itu payudara saya dipotong," ujar Shn mengawali kisah pilu yang dia alami, dikutip dari Sinar Harian.

Hampir setiap malam Shn tidak bisa tidur. " Rasa sakit itu terasa sampai sekarang," kata dia di kamp pengungsian di Balukhali, Cox's Bazar, Bangladesh.

1 dari 2 halaman

Merasa Beruntung Bisa Melarikan Diri

Dream - Meski begitu, dia mengaku masih beruntung tidak dibunuh sebelum berhasil melarikan diri dari desanya. Dia menyelamatkan diri dengan menaiki kapal menuju perbatasan Bangladesh

" Akhirnya setelah seorang tentara pergi dari sana, saya melarikan diri," kata Shn. 

Shn pun mengisahkan bagaimana brutalnya militer Myanmar. Tanpa belas kasihan, mereka membakar rumah penduduk dan menembaki anak-anak.

" Ada juga anak tetangga saya yang dibakar setelah tentara Myanmar menuangkan bensin ke tubuhnya," katanya. (ism) 

2 dari 2 halaman

Dipukuli Jika Melawan

Dream - Sementara itu, Fattma, 30 tahun, juga merasa trauma setelah mengalami nasib yang sama seperti Shunabi.

" Kami dipukuli jika melawan. Mereka (tentara) perlakukan kami seperti binatang. Kami tidak punya harga diri sama sekali," katanya.

Fattma mengatakan tidak ada tempat yang aman bagi wanita untuk terus tinggal di Myanmar.

" Kami selalu diburu, ketakutan selalu menghantui kami ... Jika tentara datang, habislah kita semua," katanya.

Balukhali merupakan salah satu titik pengungsian di Bangladesh, di bawah distrik Cox's Bazar. Sementara seluruh Cox's Bazar ada sekitar 48.000 warga etnis Rohingya yang mengungsi.

Lebih dari setengahnya merupakan pendatang baru dari barat Myanmar sejak 25 Agustus lalu.

Tentara Myanmar diduga telah membakar rumah etnis Rohingya untuk mengusir mereka keluar dari negara tersebut. (ism) 

Beri Komentar