Kisah Rumah Tangga Rasulullah

Reporter : Ahmad Baiquni
Selasa, 17 Oktober 2017 20:02
Kisah Rumah Tangga Rasulullah
Istri jangan berpura-pura cukup, atas kebahagiaan yang sebenarnya tidak diberikan oleh suaminya.

Dream - Suatu hari, Rasulullah SAW didatangi seorang wanita. Di hadapan Rasulullah, si wanita itu meminta pertimbangan terkait kondisi rumah tangganya, di mana sang suami memiliki istri lain.

" Wahai Nabi, sesungguhnya aku memiliki 'dlarrah (sesama istri lain dari sang suami). Apakah aku bersalah jika aku menunjukkan rasa kecukupan pada suamiku itu, padahal ia tidak memberikan hal yang cukup padaku?" tanya si wanita

Keluhan itu langsung mendapat jawaban dari Rasulullah.

" Orang yang menampakkan kecukupan dari apa sebenarnya yang tidak diberikan bagai memakai pakaian kepalsuan."

Kisah ini diabadikan oleh Imam Bukhari dalam kitabnya Shahih Bukhari, diriwayatkan dari Asma' binti Abu Bakar As Shiddiq. Asma' sendiri adalah saudara kandung dari Aisyah, yang merupakan istri Rasulullah.

Kisah serupa juga diriwayatkan Imam Muslim dalam kitabnya Shahih Muslim. Kisah tersebut diriwayatkan dari Aisyah RA.

Imam Bukhari sampai membahas secara spesifik kisah di atas. Bahkan sampai masuk dalam bab khusus yaitu Kitabun Nikah.

Sementara Imam Muslim menggunakan kisah di atas untuk membahas etika berpakaian.

Secara tersirat, hadis di atas merupakan hujah (dalil) mengenai anjuran bagi seorang istri untuk jangan berpura-pura cukup, atas kebahagiaan yang sebenarnya tidak diberikan oleh suaminya. Baik itu kebahagiaan lahir seperti pakaian ataupun kebahagiaan batin seperti ketenangan.

Ibnu Hajar pernah memberikan komentar terkait peristiwa haditsul ifki yang menimpa keluarga Rasulullah. Dalam peristiwa itu, Aisyah RA dikabarkan berbuat kurang elok dengan seorang sahabat Nabi.

Kabar palsu itu tersebar sampai membuat Aisyah resah dan mengadu kepada orangtuanya. Bahkan, Rasulullah sempat terpengaruh kabar itu dan hampir saja memutuskan berpisah dengan Aisyah, hingga turun Surat An Nur yang merupakan klarifikasi dari Allah SWT.

Selengkapnya... 

(ism) 

Beri Komentar