Ciri-Ciri Tumbuhan Paku, Pengertian, Struktur, Klasifikasi dan Manfaat

Reporter : Arini Saadah
Kamis, 13 Agustus 2020 06:33
Ciri-Ciri Tumbuhan Paku, Pengertian, Struktur, Klasifikasi dan Manfaat
Tumbuhan paku tergolong tumbuhan aseksual.

Dream – Tumbuhan paku sering disebut juga dengan kormofia berspora karena adanya akar, batang, daun sejati, serta bereproduksi aseksual dengan spora.

Tumbuhan paku juga disebut sebagai tumbuhan berpembuluh atau tracheophyta karena memiliki pembuluh pengangkut.

Tumbuhan paku adalah kelompok tumbuhan yang memiliki sistem pembuluh sejati. Biasanya disebut pakis-pakisan atau paku-pakuan. Tumbuhan paku tidak pernah menghasilkan biji untuk berkembang biak.

Ciri-ciri tumbuhan paku salah satunya adalah bertunas, dan tidak dapat tumbuh pada kondisi salju.

Indonesia memiliki setidaknya 12.000 jenis tumbuhan paku. Dalam jumlah kasus yang tidak terlalu banyak, tumbuhan paku tidak bersifat parasit pada inangnya.

Dilansir dari berbagai sumber, kali ini Dream akan mengulas ciri-ciri tumbuhan paku, pengertian, struktur, klasifikasi, beserta manfaatnya.

1 dari 5 halaman

Pengertian Tumbuhan Paku

Ilustrasi© Pexels

Tumbuhan paku atau pteridophyta adalah divisi kingdom Plantae yang anggotanya memiliki akar, batang, serta daun sejati dan pembuluh pengangkut. Pteridophyta merupakan tumbuhan paku yang tergolong dalam tumbuhan kormus berspora.

Tumbuhan berspora menghasilkan spora dan memiliki susunan daun yang umumnya membentuk bangun sayap pada pucuk tumbuhan terdapat bulu-bulu.

Ciri-ciri tumbuhan paku adalah tumbuhan berkormus dan berpembuluh paling sederhana. Ada lapisan pelindung sel di sekeliling organ reproduksi, sistem transport internal, hidup di tempat lembab.

Selain itu, ciri-ciri tumbuhan paku juga berupa akar serabut (rizhoma), ujung akar dilindungi kaliptra. Sel-sel akarnya membentuk epidermis, korteks, dan silinder pusat (terdapat xylem dan floem).

2 dari 5 halaman

Ciri-Ciri Tumbuhan Paku

Ilustrasi© Pixabay

Ciri-ciri tumbuhan paku menjadikannya tumbuhan yang khas dan berbeda dari tumbuhan lain dalam Kingdom Plantae. Tumbuhan paku merupakan salah satu kelompok tumbuhan tertua. Berikut ciri-ciri tumbuhan paku:

Akar, batang, dan daun memiliki berkas pembuluh angkut berupa xylem dan floem.

Ditemukan di air, tempat lembab, menempel pada tumbuhan lain sebagai epifit atau sisa-sisa tumbuhan lain sebagai saprofit.

Tidak menghasilkan biji, tetapi menghasilkan spora ang terdapat di dalam kotak spora atau sporangium. Kotak spora terkumpul dalam sorus. Dan sorus-sorus ini berkumpul di permukaan bawah helai daun.

Mengalami pergiliran keturunan (metagenesis). Tumbuhan paku yang kita lihat sehari-hari disebut generasi sporofit.

Daun yang masih muda menggulung. Daun tumbuhan paku ada yang khusus menghasilkan spora, disebut sporofil. Daun yang tidak menghasilkan spora disebut tropofil, berfungsi untuk fotosintesis.

Tumbuhan paku tidak berbunga dan tidak berbiji.

Akar tumbuhan paku berbentuk rizhoma, atau batang yang terdapat di dalam tanah.

3 dari 5 halaman

Struktur Tumbuhan Paku

Ilustrasi© Pixabay

Tumbuhan paku memiliki struktur berupa akar, batang dan daun sejati. Akar tumbuhan paku berbentuk serabut yang ujungnya dilindungi oleh kaliptra.

Batang tumbuhan paku muncul di atas permukaan hanya berkisar antara 0,5 meter. Sebagian jenis tumbuhan paku pada umumnya tidak tampak, namun justru di dalam tanah berupa rimbang. Namun ada yang tumbuh di atas tanah setinggi 5 meter.

Daun tumbuhan paku, pada usia muda akan menggulung dan melingkar. Berdasarkan susunan dan ukuran daun tumbuhan paku dibedakan menjadi epidermis, daging daun, dan tulang daun. Daun tumbuhan paku dibedakan menjadi dua, makrofil dan mikrofil.

Makrofil adalah daun yang bentuknya besar, bertulang daun, bertangkai, dan bercabang. Sedangkan mikrofil adalah daun yang bentuknya kecil seperti rambut, tidak bersisik, tidak bertulang daun, dan tidak bertangkai.

4 dari 5 halaman

Klasifikasi Tumbuhan Paku

Ilustrasi© unsplash.com

Selain ciri-ciri tumbuhan paku, juga terdapat klasifikasi berdasarkan kelasnya masing-masing. Berikut klasifikasi tumbuhan paku dibedakan menjadi 4 kelas:

Paku Purba atau Psilophytinae

Paku purba merupakan salah satu jenis tumbuhan paku yang hampir punah. Tumbuhan ini hidup pada zaman purba dan sekarang sudah ditemukan dalam bentuk fosil. Daunnya kecil, kadang tidak berdaun. Jenis tumbuhan paku purba yang masih ada adalah Psilotum.

Paku Kawat atau Lycopodinae

Ciri-ciri tumbuhan paku kawat adalah berdaun kecil dengan susunan spiral, batang seperti kawat, sporangium muncul di ketiak daun, berkumpul membentuk stobilus (kerucut), dan umumnya hidup di darat.

Paku Ekor Kuda atau Equisetinae

Ciri-ciri tumbuhan paku ekor kuda adalah berdaun tunggal dengan ukuran kecil serta tersusun spiral, batang berwarna hijau dan beruas-ruas. Sporangium terletak di dalam strobilus (kerucut).

Paku Sejati atau Filicinae

Ciri-ciri tumbuhan paku sejati adalah daunnya berukuran besar, daun muda menggulung, dan sporangium terdapat pada sporofit (daun penghasil spora).

5 dari 5 halaman

Manfaat Tumbuhan Paku

Ilustrasi© unsplash.com

Tumbuhan paku memiliki beberapa manfaat, yaitu:

Sebagai tanaman hias, biasanya berasal dari paku tanduk rusa, paku sarang burung, suplir, dan paku rane.

Sebagai penghasil obat-obatan.

Sebagai tanaman sayuran, bisanya berasal dari semanggi, dan paku sampan.

Sebagai pupuk hijau dalam pertanian, contoh Azolla pinnata, dan ganggang biru.

Sebagai pelindung tanaman di persemaian, contoh: Gleichenia linearis.

Sebagai sumber bahan baku pembentukan batu bara, biasanya berasal dari tumbuhan paku yang sudah mati pada zaman purba.

(Dilansir dari berbagai sumber)

Beri Komentar