Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Presiden Jokowi Didampingi Sekretaris Kabinet, Pramono Anung, Menjawab Pertanyaan Jurnalis Usai Meninjau Program PMT Di Ponorogo, Jawa Timur. (Foto: Setkab.go.id)
Dream – Wacana sistem sekolah full day sempat menjadi perbincangan hangat di publik. Gagasan yang dilontarkan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Muhadjir Effendy, pada awal Agustus 2016 ini menuai pro dan kontra.
Lalu, bagaimana sekarang nasib sistem full day school (FDS) ini?
Dilansir dari setkab.go.id, Selasa 20 September 2016, Presiden Joko Widodo mengatakan konsep FDS ditujukan untuk pendidikan dasar di TK, SD, dan SMP. Teknisnya pun masih dimatangkan di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
Nantinya, program ini akan diujicoba terlebih dahulu di beberapa tempat, terutama yang berada di kota dan sekolah yang siap menerapkan program FDS.
“Nanti, masih dicoba. Tidak semuanya (tempat diterapkan FDS),” kata Joko Widodo usia meninjau Program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) di Lapangan Kantor Kecamatan Jambon, Ponorogo, Jawa Timur.
© Dream
Manurut Jokowi, sistem ini akan dicoba di beberapa provinsi, sebelum dipastikan apakah akan diterapkan atau tidak.
“Masih dicoba di satu, dua, tiga, dan empat provinsi terlebih dahulu, terutama yang berada di kota dan sekolah yang siap. Kami tidak akan memaksakan. Nanti dievaluasi,” tambah pria yang sohor dengan nama Jokowi itu.
© Dream
Selain itu, kata Jokowi, pemerintah ingin etika sopan santun diterapkan di dalam kurikulum, baik dalam kurikulum maupun koekstrakurikuler. Inilah alasan pemerintah ingin menerapkan konsep FDS di dalam kegiatan belajar mengajar.
“Jadi kenapa fullday (school) itu dilakukan karena kita ingin pendidikan etika, pendidikan budi pekerti, sopan santun, karakter kerja keras, karakter optimis itu ada di anak-anak kita kita. Itu penting sekali,” kata dia.
Advertisement

Berawal dari Penyakit Misterius dan Mayat Membusuk, Begini Sejarah Mitos Vampir yang Mendunia

3 Jenis Makanan yang Sebaiknya Dihindari Sebelum Olahraga, Menurut Ahli Gizi

IHSG Dibuka Menguat Tipis, Investor Waspadai Aksi Profit Taking

Sering Minum Boba? Ini 5 Dampaknya bagi Tubuh, dari Gula Darah hingga Asupan Antioksidan

Deforestasi Amazon Brasil Turun ke Level Terendah, Ini 5 Pelajaran yang Bisa Ditiru Indonesia

Mengapa Ada Pusar Bodong dan Pusar Masuk? Ini Penjelasan Ilmiahnya

Mau Nonton Grand Final AXIS Nation Cup 2026? Ini Cara Daftar dan Datang ke Istora Senayan